suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Istri Selingkuh, Hasan Tusuk Selingkuhan istrinya Hingga Tewas

avatar suara-publik.com
Foto: Tampak saksi Supriyah istri dari terdakwa Hasan, dalam perkara pembunuhan, menjalani sidang di ruang Kartika 2 PN.Surabaya, secara online Vidio call, Rabu (04/08/2021).
Foto: Tampak saksi Supriyah istri dari terdakwa Hasan, dalam perkara pembunuhan, menjalani sidang di ruang Kartika 2 PN.Surabaya, secara online Vidio call, Rabu (04/08/2021).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang dengan perkara kejahatan terhadap nyawa hingga korban meninggal dunia , dengan terdakwa Hasan bin Marlaki, di ruang Kartika 2 PN Surabaya, secara online Vidio call, Rabu (04/08/2021).

Agenda sidang Jaksa Ugik Ramantyo,SH dari Kejari Tanjung Perak menghadirkan saksi Supriyah istri sah dari terdakwa Hasan.

Saksi Supriyah menerangkan awal kejadiannya, saksi berkenalan dengan korban Syarifuddin Sahab lewat Facebook, 

" Saya kenalan sudah enam bulan pak," ucap saksi.

Saat peristiwa itu, saksi baru pulang dari pasar ditelpon oleh korban Syarifuddin, untuk membelikan obat, dan mengantarkan ke rumahnya, awalnya saksi keberatan, karena rayuan korban akhirnya saksi mau membeli obat untuk korban dan mengantarkan kerumahnya jalan tenggumung.

" Sudah berapa kali saudara ke rumah korban, apa tidak berfikir kalau anda sudah bersuami, " tanya hakim.

Saat saksi Supriyah tiba dirumah korban, saksi ditarik ke ruangan gudang, walaupun sempat berontak, namun saksi terpaksa menurut,

" Saya ditarik ke dalam rumah dan ke pintu yang menuju gudang, saya takut pak hakim," ucap saksi .

" Suamimu dimana waktu itu, kamu gak tau kalau suamimu datang dan mencari kamu," tanya hakim.

" Saya tidak tau kalau suami saya menyusul saya masuk kedalam sampai ke gudang pak hakim," ujar saksi lagi.

Saat mengetahui istrinya ditarik tarik oleh korban, hingga terdakwa Hasan memukul korban, saling memukul,hingga akhirnya terdakwa mengambil pisau yang kesehariannya dipakai untuk menjagal sapi, terdakwa menusuk bagian bahu,dada, tangan dan kaki korban secara membabi buta.

" Saat kejadian penusukan kamu dimana,dan tau korban meninggalnya dimana dirumah itu apa dirumah sakit," tanya hakim lagi.

" Saya gak tau pak, saya lari keluar rumah, saat penusukan itu saya tidak tahu," jelas saksi.

Korban Syarifuddin sempat dilarikan ke RS.Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong, saksi Supriyah mengetahui suaminya meninggal dari kepolisian.

" Benar ya kalau kamu berteman di FB dengan foto baju yang minim, sehingga kamu diancam korban akan menyebarkan foto itu, kalau gak mau pacaran sama dia," tanya jaksa Ugik.

" Benar pak, saya takut diancam terus," ucap saksi.

Dalam pemeriksaan terdakwa, Hasan mengakui perbuatannya, " saya sempat ke Madura, dan pisau nya saya serahkan ke pak lurah, dan besoknya saya menyerahkan diri ke polisi," jawab terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan dengan agenda tuntutan jaksa.

Diketahui, saat terdakwa pulang dari tempat kerja di rumah potong hewan Pegirikan Semampir pada hari Selasa tanggal 02/03 /2021,menuju rumahnya di jalan Sawah Pulo Kulon 3/19 Semapir Surabaya.

Tepat di jalan Tenggumung Wetan Gang Mangga, terdakwa melihat istrinya memarkir sepedanya depan rumah no.17.Sehingga terdakwa berhenti agak jauhan mamantau sedang apa istrinya disana.

Karena penasaran terdakwa mencari istrinya masuk ke bagian dapur ternyata di dapur ada pintu lagi, sehingga terdakwa masuk ke pintu tersebut, saat menengok kebelah kiri tepat disamping rumah korban Syaifuddin Sahab, melihat tangan istrinya oleh korban.

Dengan reflek terdakwa Hasan memukul korban di bagian bahu, sehingga korban melepaskan tangan istrinya. Korban Syaifuddin membalas pukulan ke terdakwa kesempatan istri terdakwa bisa lari keluar rumah.

Setelah saling memukul, terdakwa dengan reflek mengambil pisau diselipan celana, selanjutnya menusuk korban dada sebelah kiri dsn punggung sebelah kiri.

Dengan membabi buta pisau ditarik disabetkan ke bagian tubuh korban lainnya kaki dan tangan korban, hingga korban Syaifuddin Sahab jatuh tersungkur dilantai. Usai melakukan penusukan terhadap korban, terdakwa keluar rumah korban, bersama dengan istrinya pulang kerumah.

Dari hasil Visium ET Repertum RS Dr Soetomo, pada jenazah ditemukan,

Luka terbuka pada dada kiri, bokong kiri, akibat benda tajam, Luka tusuk pada punggung kiri, Perdarahan rongga dada akibat luka tembus punggung kiri.

Pucatnya kedua kelopak mata atas dan bawah akibat pendarahan merupakan tanda-tanda kurang oksigen.

Korban meninggal akibat luka tusuk pada punggung kiri yang perdarahan dan mati lemas.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana.(sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper