suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jika Sampah Terus Dibakar, Warga Ancam Akan Tutup TPS Desa Gempol Kurung

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik, suara-publik.com - Warga Dusun Kutil, Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti - Gresik mengeluh akibat asap dari pembakaran sampah dari TPS (Tempat Penampungan Sementara) yang ada di Desa Gempol Kurung. Tumpukan sampah yang menggunung itu setiap malam hari dibakar, menimbulkan kabut asap yang sangat tebal dan sangat mengganggu pernafasan warga sekitar, khususnya warga Dusun Kutil.

Menurut warga Dusun Kutil Isnaini Hermanto, suguhan asap sampah ini setiap hari di rasakan oleh warga. Banyak warga yang merasakan batuk dan sesak saat bernafas. Berulang kali mereka sudah mengadukan masalah ini ke pihak desa. Namun belum ada tindakan yang serius dari pihak desa. 

"Warga sangat terganggu dengan adanya asap sampah ini. Mereka banyak yang merasakan sesak nafas," terang Isnaini Hermanto, Minggu (8/8/2021).

Masih menurut cak Is sapaan akrab Isnaini Hermanto, apabila musim penghujan, bau sampah busuk sangat menyengat, dan bila musim kemarau alternatif sementara yang diambil oleh pihak desa, sampah hanya di bakar dan asapnya menjadi suguhan sehari hari oleh warga. 

"Apakah pihak desa tidak ada alternatif lain selain membakar tumpukan sampah tersebut. Kalau begini terus, saya yakin akan banyak warga yang sakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Jika pembakaran sampah ini terus dilakukan, kami warga dusun Kutil akan menutup TPS ini," ancam cak Is.

Kepala Desa Gempol Kurung, Nuryadi saat dihubungi melalui WhatsApp nya mengatakan, pihak desa sudah berupaya mengadukan masalah sampah ini ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Gresik, dan akan ditindaklanjuti. Selain itu, masalah sampah ini menurut Nuryadi juga sudah dibahas pada musdes (Musyawarah Desa).

" Kemarin sudah kita bahas saat musdes bersama BPD,LKD dan ketua RW. Sudah kita anggarkan buat penanganan sampah di tahun 2022, itupun kalau covid 19 sudah berlalu. Kalau covid 19 belum berlalu, ya pemdes terbentur dengan anggaran dananya mas," ungkap Nuriyadi.

Di tempat lain Camat Menganti, Sujarto, S.H, M,Si, berharap agar selama menunggu penanganan dari DLH Gresik, pemdes bisa memanfaatkan sampah dengan memberdayakan bank sampah.

"Kita harapkan desa bisa memberdayakan bank sampah, sehingga sampah yang ada bisa dikelola, bisa bermanfaat dan ada nilai ekonomisnya," Sujarto.

Sementara, Moch. Najikh Kepala Dinas Kabupaten Gresik mengatakan, akan berkoordinasi dengan anggotanya dulu sebelum melakukan tindakan. Menurutnya, sampah dari rumah diangkut sampai TPS menjadi tanggung jawab warga. Dan jika sampah dari TPS masuk wilayah pelayanan pengangkutan kami DLH. 

"Kalau dari rumah diangkut sampai TPS, ini tanggungjawab warga. DLH mengangkut dari TPS yg masuk wilayah pelayanan kami ke TPA. Jadi kalau ada pembakaran di tempat, itu tanggung jawab desa," kata Najikh singkat. (Tim)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper