suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Niat Negur Suara Musik, Budiono Dihukum 1 Tahun Penjara Karena Bacok Tetangga

avatar suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa Budiono, pelaku pembacokan, menjalani sidang di ruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online, Senin (09/08/2021). Foto bawah: Saksi anggota Polisi yang menangkap terdakwa.
Foto atas: Terdakwa Budiono, pelaku pembacokan, menjalani sidang di ruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online, Senin (09/08/2021). Foto bawah: Saksi anggota Polisi yang menangkap terdakwa.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Budiono dihukum pidana setahun penjara. Majelis hakim yang diketuai Dede Suryaman menyatakannya terbukti bersalah membacok tetangganya, M. Agung Subayu dengan celurit. Akibatnya, tangan Agung terluka karena sabetan celurit. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan," ujar hakim Dede saat membacakan amat putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (09/08/2021).

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dzulkifly,SH dari Kejari Surabaya, menuntut terdakwa Budiono dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 3 bulan.

Budiono yang tinggal di Jalan Jarak awalnya terganggu dengan suara musik yang diputar Agung. Terdakwa lantas mendatangi rumah tetangganya itu untuk menegur. "Saya mulanya datang malam. Saya ketuk pintu dia tidak bukakan," katanya. 

Pagi harinya pada Jumat (12/3) terdakwa kembali mencari Agung. Keduanya bertemu di makam Putat Jaya Gede. Namun, ketika Budiono menegur karena terganggu suara musik yang keras, Agung justru menagih tagihan listrik yang belum dibayar terdakwa.  

100%100%

Budiono yang sudah marah kepada Agung justru semakin emosi. Dia pulang sebentar ke rumahnya untuk mengambil celurit. "Awalnya cuma buat menakut-nakuti saja. Tidak ada niat melukai," ucapnya. 

Namun, kenyataannya berbeda. Budiono tidak sekadar ingin menakut-nakuti Agung. Celurit itu diayunkan ke arah tetangganya itu. Agung menangkis dengan tangannya. Akibatnya, sela-sela jari tangan Agung robek karena berusaha menahan celurit. 

"Saya merasa bersalah. Saya menyesal. Janji tidak akan mengulangi lagi," kata Budiono dalam pembelaannya kepada majelis hakim.(sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper