suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Simpan Sabu di Celana Dalam, Erwin Residivis Narkoba Kembali Diadili

avatar suara-publik.com
Foto: Febian anggota Polsek Wonokromo, memberikan keterangan diatas sumpah, perkara kepemilikan sabu dengan terdakwa Erwin, di ruang Candra PN.Surabaya.
Foto: Febian anggota Polsek Wonokromo, memberikan keterangan diatas sumpah, perkara kepemilikan sabu dengan terdakwa Erwin, di ruang Candra PN.Surabaya.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Erwin bin Hidayat warga Waru, Sidoarjo simpan sabu di celana dalam. Residivis yang baru menghirup udara bebas tiga bulan ini tidak kapok dengan pengapnya ruang tahanan lembaga pemasyarakatan. 

Terdakwa diadili di ruang sidang Candra oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dengan perkara yang sama, yakni pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Dalam surat dakwaan JPU, terdakwa ditangkap oleh petugas Kepolisian Polsek Wonokromo pada 14 Juni 2021 pukul 21.00 di Jalan Kebraon, Surabaya. Saat itu, terdakwa di ketahui usai mengambil sabu ranjauan yang dipesan dari seseorang tidak dikenal.

Setelah dibacakan surat dakwaanya, Jaksa meminta saksi penangkap Febian Lasadewa Kuncoro duduk di hadapan majelis hakim. 

Febian menjelaskan terdakwa merupakan target operasi (TO). “Karena sebelumnya terdakwa pernah dihukum, sehingga masuk dalam TO yang mulia,” ujar Febian kepada majelis hakim Martin Ginting, Senin (23/08/2021).

Pada saat itu, Febian beserta timnya memergoki terdakwa usai mengambil 0,61 gram seharga Rp 200 ribu. Rencananya, sabu itu akan dia pakai sendiri. “Kami temukan di dalam celana dalam terdakwa. Katanya untuk dipakai sendiri,” lanjut Febian.

Kemudian terdakwa Erwin membenarkannya, bahwa pada saat itu Ia memesan untuk dipakai. Sebelumnya, Erwin mengaku sempat memakai sabu yang dibeli dengan harga Rp 700 ribu da Rp 1 juta. “Yang baru beli Rp 200 ribu belum sempat saya pakai pak,” aku Erwin.

Pria 46 tahun yang berprofesi sebagai tukang servis AC itu seakan tak kapok dengan jeratan hukum. Dia mengaku usai keluar dari penjara di Lapas Pamekasan pada bulan Maret 2021. Kini dia terjerat lagi denga perkara yang sama.

“Dulu dihukum tujuh tahun pak hakim. Baru tiga bulan keluar penjara,” ucapnya. 

Kemudian majelis hakim Martin Ginting meminta jaksa agar menyiapkan surat tuntutan terhadap terdakwa pada 30 Agustus mendatang. “Baik ya anda ini tidak kapok dihukum. Sidang ditutup dilanjutkan minggu depan,” kata hakim Martin Ginting.(sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper