suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Calo PNS, Terima Setoran Rp 800 Juta, Victor Samosir Diadili

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Udina Nainggolan telah menyerahkan Rp 700 juta ke Victor Samosir agar keenam kerabatnya yang bekerja sebagai pegawai honorer K-1 dan K-2 bisa diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Uang itu diserahkan perempuan yang juga bekerja sebagai PNS saat mereka bertemu di Surabaya Town Square (Sutos). 

"Enam orang keluarga ada yang dari Jawa dan Medan. Saya diberi kuitansi pembayaran," ujar Udina saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (02/09/2021).

Dua orang kerabat Udina di antaranya Ari Parulinta yang ingin diangkat sebagai PNS dan Vici Naomi Lumban Gaol yang akan dimasukkan ke Akademi Imigrasi. Udina telah menyetor Rp 300 juta untuk dua orang tersebut. 

Udina awalnya kenal Victor dari suaminya, P. Lumbuan Gaol. Lumbuan kenal terdakwa dari koleganya, Musa Alok Pongtuluran. "Victor teman kuliah saya. Dia bilang bisa masukkan orang jadi CPNS syaratnya bayar uang. Saya kasihkan nomor HP Victor," kata Musa yang juga bersaksi dalam persidangan.

Sebelum Udina menyetor uang, Lumbuan terlebih dahulu telah menyetor uang ke Victor Rp 100 juta. Uang itu untuk memasukkan keponakannya, Junifer Dame Panjaitan sebagai CPNS. Ketika itu keduanya bertemu di restoran cepat saji di Jalan Raya Waru, Sidoarjo. 

Suami istri tersebut percaya begitu saja kepada Victor yang mengaku sebagai PNS di Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Di kementerian itu, Victor mengaku sebagai tenaga verifikasi data honorer. "Ternyata dia tidak bekerja di sana. Dia sebenarnya guru," ucap Lumbuan.

Victor sempat menyerahkan surat keputusan (SK) yang seolah-olah diterbitkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang isinya menerangkan bahwa orang-orang yang sudah membayar sejumlah uang kepada telah resmi diangkat sebagai PNS di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Utara. Namun, dalan surat itu tidak tertulis nomor induk pegawai NIP. Hanya tertulis "x" di kolom NIP. Lumbuan dan Udina sempat mempertanyakan. Victor meminta suami istri itu bersabar menunggu. 

Namun, setelah sekian lama menunggu, Udina dan Lumbuan baru sadar tertipu setelah kerabatnya tidak diangkat sebagai PNS. Uang mereka juga tidak ada yang kembali. Victor yang tidak didampingi pengacara membenarkan keterangan para saksi. Uang itu sudah tidak ada karena telah diserahkan kepada seseorang bernama Ibrahim yang mengaku bekerja di Kemenpan-RB. Ibrahim tidak tertangkap dalam kasus ini. 

"Saya tidak pernah menjanjikan diangkat PNS. Hanya dimintai tolong mereka," kata Victor.(sam)

 

 

 

Foto: Terdakwa Victor Samosir, menjalani sidang diruang Cakra PN.Surabaya, secara online, Kamis (02/09/2021).

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper