suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Satpam Gudang Nyambi Kurir Sabu, Hariri di Tuntut 7 Tahun dan Denda Rp 1,5 Miliar

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Hariri mendengarkan tuntutan JPU di ruang Candra PN Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Hariri mendengarkan tuntutan JPU di ruang Candra PN Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Hariri didakwa menguasai narkotika jenis sabu dengan berat bruto 5,02 gram oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Machfud Efendi,SH, Kini terdakwa yang berprofesi sebagai sekuriti di Pergudangan Margomulyo itu dituntut selama 7 tahun penjara. 

Tuntutan yang diberikan oleh jaksa dari Kejati Jatim itu berdasarkan fakta sidang dimana pada awalnya, pada Minggu, 21 Februari 2021 sekira pukul 12.00, terdakwa ditangkap oleh saksi Siswono dan Saiful Amin yang merupakan petugas dari Ditresnarkoba Polda Jatim.

Penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakata terkait adanya transaksi jual beli narkoba jenis sabu yang di lakukan oleh terdakwa. Terdakwa diamankan saat berada di dalam Pos Security 15 Pergudangan Margomulyo Permai Blok R14 Kel. Margomulyo, Kec. Tandes, Kota Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan di temukan barang bukti berupa 3 (tiga) bungkus plastik klip narkotika jenis sabu dengan berat kotor seluruhnya 5,02 (lima koma nol dua) gram berserta bungkusnya.

Saat diperiksa di persidangan, terdakwa mengaku barang haram tersebut milik Sugeng Riyanto. Terdakwa berdalih sabu tersebut dititipkan kepada dirinya." Sabu itu milik Sugeng. Saya dititipi saja. Setelah saya terima saya taruh dilaci meja pos sekuriti," ujar terdakwa saat sidang beberapa waktu lalu. 

Atas perbuatannya itulah, JPU kemudian menyatakan terdakwa Hariri terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. 

" Memohon kepada majelis hakim yang memerisa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hariri dengan pidana penjara selama 7 tahun serta pidana denda sebesar Rp 1,5 miliar subsidiair 6 bulan kurungan," ucap JPU membacakan amar tuntutannya di PN Surabaya, Kamis (03/09/2021).

Atas tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Roni Balmahri berencana mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan selanjutnya." Kami mengajukan pledoi Yang Mulia," tandasnya.(sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper