suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Warga Gempol Kurung, Keluhkan Debu PT. KMN

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik, suara-publik.com - Warga Desa Gempol Kurung Kecamatan Menganti - Gresik mengeluhkan adanya polusi udara yang disebabkan oleh debu dari salah satu pabrik yang ada diwilayah mereka. Debu yang diketahui berasal dari pabrik milik PT. Kaliandra Merah Nusantara, dan berada di Dusun Ngablak Rejo Desa Gempol Kurung setiap hari dihirup oleh warga disekitar pabrik. Bukan hanya warga sekitar, pengguna jalan yang melintas di depan pabrik juga sangat terganggu. 

Suguhan debu oleh PT. Kaliandra Merah Nusantara setiap hari dirasakan oleh warga dan pengguna jalan yang melintas. Selain membuat sesak nafas dan gatal gatal, debu juga sangat mengganggu pandangan. Banyak pengguna jalan yang menggunakan motor matanya kemasukan debu, sehingga membuat mata sakit. Sehingga mereka terpaksa berhenti beberapa saat untuk menghilangkan debu yang masuk ke mata mereka.

Pekatnya debu sisa produksi bisa dilihat pada tanaman warga yang ada disekitar pabrik. Bukan hanya tanaman, pada atap ganteng dan lantai rumah warga juga terlihat sangat jelas.

Menurut salah satu petugas keamanan pabrik saat dimintai keterangan, PT. Kaliandra Merah Nusantara itu memproduksi pellet kayu dan berdiri di wilayah Gempol Kurung Kecamatan Menganti lebih dari tiga tahun yang lalu. Dan selama itu pula warga harus merasakan sesaknya untuk bernafas yang disebabkan oleh debu pabrik tersebut. 

"Orang kantor tidak ada ditempat pak, ada sebagian tapi mereka sibuk dan tidak bisa dihubungi," ungkap salah satu secirity PT. Kaliandra Merah Nusantara, Kamis, 9/9/2021.

Sementara kepala Desa Gempol Kurung Nuriyadi saat akan dikonfirmasi sedang tidak ada dikantor desa.

Sementara, Kasun (kepala dusun) ngablak rejo, Jhony Subangkit mengatakan, beberapa bulan lalu puluhan warga Dusun Ngablak Rejo sudah pernah mendatangi pabrik. Mereka ngeluruk pabrik dan meminta pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitas pabrik sementara waktu sampai adanya solusi tentang debu yang sangat mengganggu warga.

"Saya bersama warga dusun Ngablak Rejo sudah pernah mendatangi pabrik. Dan saat itu ada kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan secara lisan bahwa perusahaan akan menyelesaikan permasalahan debu dengan cara meninggikan pagar pabrik, agar debu dari produkdi tidak sampai keluar pabrik," terang Jhony. 

Namun hingga saat ini, pihak perusahaan belum melakukan langkah langkah seperti yang disepakati dengan warga.

"Sampai saat ini, pihak perusahaan masih belum melakukan apa yg sudah di sepakati, nanti saya akan ke pihak perusahaan untuk meminta pertanggung jawaban kembali," tegasnya.

Hingga berita ini diangkat, belum ada pihak perusahaan yang bisa dimintai keterangan. (7ack)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper