suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gondol Motor Mantan Majikan dan Dijual Rp 3 Juta, Hoirul Umam Diadili

avatar suara-publik.com
Foto atas: Hoirul Umam, terdakwa kasus pencurian motor dalam rumah, menjalani sidang diruang Garuda 2 PN.Surabaya,secara online. Foto bawah: Saksi korban. Mantan majikan Hoirul Umam.
Foto atas: Hoirul Umam, terdakwa kasus pencurian motor dalam rumah, menjalani sidang diruang Garuda 2 PN.Surabaya,secara online. Foto bawah: Saksi korban. Mantan majikan Hoirul Umam.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang perkara pencurian sepeda motor milik mantan juragannya, dengan terdakwa Hoirul Umam bin Muad bersama Gores (DPO), diruang Garuda 2 PN.Surabaya.

Terdakwa Hoirul dan Gores pada hari Minggu 2 Mei 2021 sekitar jam 5 sore, berniat main kerumah Sumhari mantan majikannya, di jalan Gunung Anyar Tambak Gg. 02 Nomor 70, Surabaya.

Keduanya melihat rumah Sumhari sedang kosong, timbul niat untuk mengambil sepeda motor yang disimpan dalam rumah.Terdakwa dan gores (DPO), berhasil mengambil 1 unit motor Honda Vario milik Sumhari, dengan cara membuka gembok rumah menggunakan obeng.

Sepeda hasil curian dibawa menuju kos Gores dan menjual sepeda motor tersebut seharga 3 juta, sedangkan terdakwa Hoirul Umam mendapat bagian 1 juta, yang digunakan membeli 2 kaos dan celana jeans, sisanya untuk baju lebaran.

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 09 Juni 2021 sekira pukul 01.00 wib, di Dsn. Dibak Ds. Rapalaok, Kec. Omben, Kab. Sampang, anggota Polsek Rungkut menagkap terdakwa Hoirul Umam, dengan Barang bukti 2 buah kaos dan celana jeans.

Atas perbuatan terdakwa bersama Gores (DPO), Sumhari mengalami kerugian Rp 12 juta.

100%100%

Saksi Sumhari dipersidangan mengatakan kalau pintu depan rumahnya dibobol, saat dirinya pulang gembok sudah rusak.

" Waktu saya pulang gembok rumah saya sudah rusak, di dalam ada sepeda motor dua, satu hilang, Honda Vario yang hilang," ucap Sumhari.Rabu (08/09).

Sumhari mengetahui yang mengambil sepedanya, dari CCTV rumahnya,

" Saya tahunya dari cctv pak hakim, yang ngambil karyawan saya dulu, rumahnya disampang Madura," ujar saksi lagi.

Jaksa Deddy Arisandi, mendakwa Hoirul Umam, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan ke-5 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sidang akan dilanjutkan tanggal 22 September, dengan agenda tuntutan JPU.(sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper