suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

LSM Fpsr Kecam Polusi Udara PT. KMN

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik,suara-publik.com - Pertemuan antara pemerintah desa Gempol kurung Kecamatan Menganti - Gresik dengan pihak perusahaan PT. Kaliandra Merah Nusantara (KMN) untuk membahas polusi udara debu pellet kayu yang dijadwalkan akhirnya terjadi. Akan tetapi, dalam pertemuan tersebut belum ada kesepakatan yang di dapat. Pihak perusahaan belum bisa memberikan kepastian sampai kapan pembenahan yang dilakukan perusahaan selesai. Dan masyarakat yang terdampak polusi debu tidak lagi merasa terganggu dan resah.

Dalam pertemuan yang dilakukan dalam ruangan Kepala Desa Gempol Kurung dan di hadiri Nuriyadi selaku Kepala Desa Gempol Kurung juga Frans, perwakilan dari PT. KMN.

Frans yang mewakili PT. KMN belum bisa memberikan kepastian sampai kapan debu tak lagi menjadi keresahan warga.

"Debu yang keluar dari sebelah selatan pabrik sudah tidak keluar lagi. Sambil menunggu pembenahan, untuk sementara yang sebelah utara nanti akan kita berikan semprotan air agar debu mengendap, namun kita belum bisa memberikan kepastian sampai kapan pembenahan dilakukan," ungkap Frans, Kamis, 16/9/2021.

Keluhan dan pengaduan masyarakat tentang polusi udara yang sangat mengganggu aktifitas warga seharusnya segera ditindak lanjuti pihak perusahaan. Namun kenyataan itu berbeda. Dalam waktu yang tidak bisa ditentukan, warga terimbas polusi udara terpaksa akan terus menghirup dan merasakan polusi udara yang disebabkan oleh PT. KMN.

"Perusahaan sudah ada action, perusahaan tidak tinggal diam. Saya sendiri belum bisa kasih kepastian. Nanti kita akan sampaikan ke pimpinan, dan hasilnya akan segera kita kabari secepatnya," terangnya.

Kepala Desa Gempol Kurung usai pertemuan dengan pihak PT KMN mengatakan, hasil pertemuan belum memuaskan. Dia terus akan koordinasi dengan pihak perusahaan agar masalah ini cepat selesai.

"Kita tunggu kabar beberapa hari ke depan, pihak perusahaan berjanji akan memberikan kabar secepatnya," ucao Nuriyadi.

Sementara, Aris Gunawan Ketua LSM FPSR (Front Pembela Suara Rakyat) mengecam polusi udara dari PT. KMN. Aktivis yang sangat peduli lingkungan ini akan mengirim surat ke DLH Gresik juga Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan agar mereka segera turun ke lokasi perusahaan. 

"Kita akan kirim surat ke DLH Gresik dan Kementrian. Kalau perlu kita akan melakukan demo dengan masa besar besaran agar perusahaan tidak semena mena dengan kesehatan warga," kecam Aris.(7ack).

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper