suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Hilang Kemudi Saat Menyalip, Masdharul Tabrak Pemotor Hingga Korbannya Patah Tulang

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Masdharul Anam, menjalani sidang tidak ditahan, diruang sari 3 PN.Surabaya.
Foto: Terdakwa Masdharul Anam, menjalani sidang tidak ditahan, diruang sari 3 PN.Surabaya.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara laka lantas di jalan Pacuan Kuda Surabaya, sekitar pukul 00.30 wib, yang mengakibatkan korban mengalami patah tulang, dengan terdakwa Masdharul Anam bin Marauji, diruang sari 3 PN.Surabaya.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Anggraeni, terdakwa Masdharul Anam, melakukan pidana laka lantas,

"mengemudikan kendaraan bermotor, karena kelalainya, terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain mengalami luka berat,"

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 310 ayat (3 ) UU RI No, 22 tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Jaksa juga menghadirkan saksi Pingky korban laka, yang masih menggunakan tongkat pembantu, memberikan kesaksian seputar kejadian laka saat itu.

Sementara terdakwa Masdharul yang tidak ditahan, mengakui kesalahannya,

" Saya dari Kediri ke Surabaya, melintas di jalan pacauan kuda mau ke jalan tidar, saat mau nyalip kendaraan, taunya di depan jalur berbeda ada sepeda motor beat, akhirnya tabrakan tak terhindar yang mulia," ujar terdakwa.

Antara terdakwa dan korban sudah ada perdamaian, dan telah memberi santunan biaya pengobatan.

Terdakwa Masdharul Anam mengemudikan motornya Honda CB No. Pol AG 6410 UI, perjalanan pulang dari Kediri, menuju Mess Kampung Steak jalan Tidar 280 Surabaya.

Motor melaju dari arah selatan ke Utara di jalan Pacuan Kuda kecepatan 30-40 km/jam, dengan kondisi jalan sepi lancar arus lalu lintas dua arah.

Saat akan menyalip kendaraan yang sama arah, tiba tiba dari arah berlawanan di jalan pacuan kuda ( depan apotek CNC Surabaya) melintas sepeda motor Honda Beat No Pol L 5918 EO yang dikemudikan Bagas Pratama dan membonceng 2 orang perempuan yakni saksi Viya Cantika Putri dan saksi Pungky Wahyuningtyas yang melaju dari arah Utara ke Selatan. Stang setir sepeda motor terdakwa berbenturan dengan body depan sepeda motor Matic Honda Beat yang melaju berlawanan.

Karena lalai terdakwa saat menyalip dan memasuki arah berlawanan hingga menyebabkan terjadi kecelakaan.

Mengakibatkan penumpang Honda beat Vita Cantika tidak sadarkan diri dan Pungky Wahyuningtyas kesakitan di paha kaki kanannya patah tulang lalu dibawa ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper