suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Hadapi Bencana Alam, Gubernur Jatim Gelar Apel Kesiapsiagaan Sekaligus Beri Bantuan Kepada Pusdaplop Tagana

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

NGANJUK, (suarapublik.com) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, memimpin Apel Siaga Banjir di site Pembangunan Bendungan Semantok, Kabupaten Nganjuk, Senin (1/11/2021). Jika sebelumnya di Makodam V Brawijaya, Apel Kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. 

Dalam Apel Kesiapsiagaan tersebut, orang nomor satu di Jawa Timur juga menyerahkan bantuan berupa sepeda motor trail untuk Pusdaplop Tagana Jatim, sebanyak 6 unit, bantuan bibit pohon dari Gerakan Tagana menjaga alam sebanyak 5000 bibit, masker sebanyak 5000 bij kepada masyarakat di 8 Kota/Kabupaten Jawa Timur, pemberian kaos peserta apel sebanyak 200 kaos, bantuan lauk pauk sebanyak 20 paket dan sembako sebanyak 50 paket untuk KSB Siaga Semantok, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. 

100%100%

Selain itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa memberikan apresiasinya kepada tim Pusdaplop yang turut serta membantu dan kepada korban bencana yang melanda di wilayah Provinsi Jawa Timur. 

“Sebagai bentuk apresiasi dalam melayani masyarakat dengan cepat dan tanggap, kami memberikan piagam penghargaan kepada Pusdaplop Provinsi Jawa Timur, Pusdaplop Kota Propolinggo, Pusdaplop Banyuwangi dan Pusdaplop Kabupaten Tulungagung,” ujar Gubernur Khofifah. 

“Menjadi, bagian penting karena itu potensi terjadinya La Nina, potensi terjadi hydrometeorologi berarti potensi kemungkinan terjadinya puting beliung, kemungkinan cuaca ekstrem, kemungkinan banjir, sampai dengan banjir bandang,” tambah Khofifah. 

100%100%

Oleh karena itu, lanjut Khofifah, seluruh elemen harus beradaptasi dengan berbagai hal yang harus diantisipasi. Maka mitigasi secara komprehensif menjadi penting, seperti TNI, dan Polri. Sehingga koordinasi antara Pemprov, Pemkab, Pemko koordinasi dengan instansi vertikal dan koordinasi dengan relawan. 

“Jangan lupa relawan ini luar biasa. Khusus Tagana, saya minta 6 jam setelah kejadian sudah harus berada di tempat lokasi. Semua ini harus kita memang sudah harus melakukan kewaspadaan bersama, kesiapsiagaan bersama,” imbuhnya. 

“Tentu kita semua tidak ingin ada bencana alam, tetapi bahwa Jawa Timur ini udah masuk pada kategori Ring of Fire, sehingga titik-titik yang memang potensi kemungkinan terjadinya banjir ini kan sudah teridentifikasi,” tuturnya. 

Beberapa area pemukiman yang sering langganan banjir, tercatat di wilayah dekat sungai Kali lamong, dekat sungai Kemuning, dan pemukiman yang dekat sungai Malang, serta beberapa anak sungai lainnya. 

100%100%

“Maka BBWS Brantas hari ini juga hadir, Jasa Tirta juga hadir, Kementerian PUPR. Artinya bahwa apa yang kita lakukan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi banjir ini memang harus terus disampaikan dengan berbagai ikhtiar kita,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jatim M. Alwi menjelaskan, Dinas Sosial beserta tim relawan, akan memberikan support atau dukungan selama operasi kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir maupun bencana alam lainnya. 

“Misalnya disitu ada pengungsian, kita menyiapkan dapur umum, mitigasi, dan upaya memperbaiki lingkungan sesuai dengan kapasitas kita. Jadi sifatnya hanya supporting saja,” terangnya. 

M. Alwi menuturkan, pada Apel Siaga ini, Dinsos Jatim menurunkan sekitar 200 relawan dari beberapa Kabupaten, bahkan juga dari Pusdalop Provinsi. Berdasarkan pengalaman tahun tahun sebelumnya, para relawan ini merata bekerja di seluruh Kabupaten Kota yang tertimpa bencana. 

“Merata lah, seperti daerah Malang, Marataraman, Daerah Gresik,” tandasnya. 

Selanjutnya, Mantan Menteri Sosial ini meninjau peralatan siaga banjir, seperti Shelf Loader dan Excavator, Excavator, Dump truck, Fuso, Pompa Banjir, Perahu Karet, Mobile PUMP, Amphibi vehicle. 

Kemudian mobile toilet, mobile vacum, mobil tangki air, tandon air 2m³ , tenda hujan 4x6. Ada juga Ambulance dan booth air minum, Tenda BPBD, Mobile Rescue, Perahu karet, dan communication mobile. 

Bahkan Gubernur Jatim juga melakukan penanaman pohon Kelengkeng Jenis Bangkok. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Pintu Air di Dam Margomulyo. (Dre) 

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper