suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Balik Nama 41 Truck Hingga Rugikan PT.UTN RP. 12 Miliar, Temmy Timotius Diadili

avatar suara-publik.com
Foto: TerdakwaTemmy Timotius (kiri) mendengarkan kesaksian pamannya, Teguh Soewandi dalam sidang di ruang Candra PN Surabaya, Senin (08/11/2021).
Foto: TerdakwaTemmy Timotius (kiri) mendengarkan kesaksian pamannya, Teguh Soewandi dalam sidang di ruang Candra PN Surabaya, Senin (08/11/2021).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Temmy Timotius menguasai 41 truk tangki milik PT Utama Jaya Nitya (UTN). Buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) puluhan truk itu lalu dibalik nama atas nama perusahaan lain. Cat kendaraan juga diganti. Pengalihan kendaraan itu dilakukannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan direktur utama PT UTN Teguh Soewandi.

"Saya kaget. Tidak sepengetahuan saya," ujar Teguh saat memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Temmy dalam sidang di ruang candra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (08/11/2021).

Temmy masih keponakan Teguh. Ayahnya, mendiang Darmilan Goei adik kandung Teguh. Darmilan dulu orang kepercayaan kakaknya di PT UTN. Dia tidak menjabat posisi apapun di perusahaan tersebut. Meski begitu, Darmilan dipercaya untuk mengurus operasional kendaraan. Di antaranya seperti mengurus pajak kendaraan, mengurus KIR kendaraan hingga membeli truk perusahaan.

"Yang 41 unit ini dibeli pakai uang perusahaan. Sebagian kredit, sebagian lain kontan. Dipercayakan ke Darmilan," ucapnya.

Masalah mulai muncul ketika Darmilan meninggal dunia. Temmy meneruskan ayahnya untuk masuk ke perusahaan tersebut. Teguh mempekerjakannya. "Papanya meninggal, dia datang minta pekerjaan ke saya," katanya. 

Temmy diam-diam mendatangi seorang karyawan Teguh. Dia meminta 41 BPKB truk diserahkan kepadanya. Setelah menguasai BPKB, dia memindahkan truk-truk. Dari bagasi di Pasuruan ke Jasem, Sidoarjo. Pemindahan itu tanpa sepengetahuan Teguh. Tidak hanya itu, truk juga diganti warna. Temmy saat mengeluarkan beralasan bahwa truk-truk tangki itu akan diuji KIR. 

"Lho uji KIR kok sampai ganti warna. Saya tahunya dari sopir-sopir," ujarnya.

Teguh menunggu truk-truk itu dikembalikan. Namun, Temmy tidak pernah mengembalikannya ke garasi PT UTN. "Harusnya kendaraan kembali ke kandang. Tapi, tidak dikembalikan ke kandang," tuturnya. 

Truk-truk itu lantas dibalik nama Temmy menjadi atas nama PT Morales Indonesia Jaya (MIJ). Di perusahaan ini, Temmy menjabat sebagai komisaris. Truk-truk itu diganti warna dan digunakan untuk operasional PT MIJ. "Kami dirugikan sekitar Rp 12 miliar," katanya.

Pengacara Temmy, Rawikara Dhita Sadewa menyatakan, setahu Temmy, truk itu milik ayahnya. Selain itu, truk tidak begitu saja diambil, tetapi atas permintaan direktur lainnya. "Biasa family bisnis. Anak-anak tidak tahu formalnya bagaimana. Setahunya itu harta bapaknya. Selama hidup kan bapaknya juga banyak cerita," ujar Rawikara.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper