suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Wajib Diwaspadai, Nyeri Perut Ketika haid

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto atas: Ilustrasi Nyeri Perut Saat Haid. Foto bawah: Penulis Artikel.
Foto atas: Ilustrasi Nyeri Perut Saat Haid. Foto bawah: Penulis Artikel.

Nyeri haid atau dismenore adalah nyeri atau kram yang terjadi di perut bagian bawah. Banyak perempuan mengalami nyeri haid ini sebelum dan selama periode menstruasi. Kondisi nyeri haid ini akan menimbulkan pengalaman yang berbeda-beda bagi setiap perempuan.

Bagi sebagian perempuan, pengalaman nyeri haid hanya akan mengganggu kenyamanan tubuh. Namun bagi yang lain, nyeri haid bisa menjadi kondisi yang cukup parah sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari selama beberapa hari setiap bulan.

Kondisi seperti endometriosis atau uterine fibroid dapat menjadi penyebab nyeri haid. Mengobati penyebab nyeri haid adalah kunci untuk mengurangi rasa sakitnya. Nyeri haid yang tidak disebabkan oleh gangguan kesehatan lain cenderung dapat berkurang seiring bertambahnya usia, dan bahkan sering kali membaik setelah melahirkan.

Adapun penyebab nyeri haid:

Penyebab nyeri haid lainnya karena jenis dismenore sekunder. Nyeri haid akibat dismenore sekunder ini merupakan akibat dari masalah pada organ reproduksi. Kondisi yang bisa menjadi penyebab nyeri haid antara lain:

- Endometriosis: yaitu suatu kondisi di mana jaringan yang melapisi rahim (endometrium) ditemukan di luar rahim. Karena potongan jaringan ini mengalami pendarahan selama menstruasi, hal itu dapat menyebabkan munculnya pembengkakan, jaringan parut, dan rasa nyeri.

- Adenomiosis: yaitu suatu kondisi di mana lapisan rahim tumbuh menjadi otot rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan rahim menjadi jauh lebih besar dari yang seharusnya. Kondisi ini juga disertai dengan pendarahan dan rasa sakit yang tidak normal.

Hal-hal tertentu dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami nyeri haid. Beberapa kondisi seseorang yang dapat meningkatkan risiko mengalami nyeri haid, yaitu:

- Seseorang yang berusia di bawah 30 tahun.

 - Mulai pubertas lebih awal, pada atau sebelum usia 11 tahun.

- Pendarahan hebat selama menstruasi (menorrhagia).

- Memiliki pendarahan menstruasi yang tidak teratur (metrorrhagia).

- Memiliki riwayat keluarga nyeri haid.

- Merokok (Kurniawan, 2020) .

 

Umumnya semua wanita mengalami nyeri haid pada perut bagian bawah ketika mengalami menstruasi. Ada kalanya nyeri ini bisa menyebar sampai ke punggung bawah, bahkan paha. Memang ada nyeri haid ringan yang bisa diabaikan, tapi ada pula nyeri yang sangat parah dan butuh perhatian khusus. Bisa jadi hal ini menandai nyeri haid yang berbahaya dan tak boleh diabaikan. Berikut gejala-gejala nyeri haid yang berbahaya : 

- Nyeri haid yang abnormal cenderung mengganggu aktivitas sehari-hari.

- Nyeri yang tidak membaik dengan penggunaan obat antinyeri.

- Nyeri haid yang abnormal terjadi secara tidak teratur tiap bulan.

- Mual dan kadang-kadang muntah.

- Tinja encer.

- Nyeri saat berkemih buang air besar saat haid.

- Sakit kepala dan pusing.

Gejala-gejala di atas bisa muncul sebelum atau ketika menstruasi dimulai. Kondisi di atas bisa bertahan dua hingga empat hari. Namun, untuk kasus yang parah bisa bertahan lebih lama. Yang perlu digarisbawahi, bila perdarahan yang terjadi cukup banyak, maka rasa sakit juga akan makin bertambah.

Selain itu, kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala nyeri haid yang berbahaya yang tidak disebutkan di atas. Oleh sebab itu, bila dirimu memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, segeralah bertanya kepada dokter (Halodoc, 2019) .

Bagaimana membedakan nyeri haid biasa dengan nyeri haid endometriosis?

"Kalau karena endometriosis, rasa nyerinya mendalam. Nyeri terasa sehari sebelum mens dan puncaknya pada hari pertama menstruasi. Pada akhir mens juga terasa sakit lagi. Nah, ini patut dicurigai endometriosis," jelas Dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K), Kepala Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi, Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan FKUI/RSCM.

Memang tidak semua rasa nyeri saat haid merupakan gejala endometriosis. Pada penderita endometriosis, nyeri haid biasanya terasa sangat menyakitkan, sampai-sampai tidak bisa hilang sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri. Perlu diwaspadai juga ketika darah haid yang keluar sangat banyak dengan masa haid lebih panjang.

Namun anehnya, tidak setiap kasus endometriosis selalu ditandai dengan gejala nyeri haid hebat. Bisa saja wanita yang tidak pernah mengalami nyeri saat haid, secara tidak sengaja didiagnosis endometriosis pada saat menjalani terapi kesuburan.

"Kalau anak umur 15 atau 16 tahun mengeluh sakit perut saat haid, orang tua perlu waspada. Sayangnya, orang di Indonesia masih banyak percaya mitos. Nyeri haid sering disepelekan karena dianggap akan hilang dengan sendirinya saat sudah menikah atau memiliki anak. Bayangkan kalau tidak diobati, yang tadinya (endometriosis) masih kecil malah dibiarkan hingga akhirnya terjadi perlengketan, kista dan sulit mendapat keturunan," tutur Prof Ali (detikHealth, 2013) .

Dibuat oleh: Rini Abri Yanti Marasabessy.

( Mahasiswi Akper Hermina Manggala Husada )

 

Daftar pustaka:

detikHealth. (2013, September 19). Jangan Remehkan Nyeri Perut Saat Haid, Bisa Jadi Endometriosis. Dipetik November 20, 2021, dari health.detik: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2363744/jangan-remehkan-nyeri-perut-saat-haid-bisa-jadi-endometriosis

Halodoc, R. (2019, Januari 29). 7 Tanda Nyeri Haid yang Berbahaya. Dipetik November 20, 2021, dari halodoc: https://www.halodoc.com/artikel/7-tanda-nyeri-haid-yang-berbahaya.

Kurniawan, A. (2020, Desember 10). Penyebab Nyeri Haid yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya. Dipetik November 20, 2021, dari merdeka: https://www.merdeka.com/jabar/penyebab-nyeri-haid-yang-perlu-diperhatikan-ketahui-gejala-dan-cara-mengatasinya-kln.html

Editor :