suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Disorot, Proyek Pembangunan Saluran U-Ditch Rungkut Menanggal Harapan Kurangi Mutu Kwalitas. Begini Tanggapannya Eko

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik.com) - Banyaknya kejanggalan demi kejanggalan pada proyek pembangunan saluran u-ditch 80/100 dengan cover gandar 10 ton di Jl. Raya Rungkut Menanggal Harapan, mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah elemen masyarakat di Kota Surabaya. 

Proyek konstruksi pembangunan saluran tersebut, telah menggunakan APBD 2021 yang cukup menguras anggaran. Pasalnya, saat ini masih dalam masa pandemi covid-19 dan Pemkot Surabaya membutuhkan anggaran besar untuk menanggulanginya. 

Diketahui, dalam catatan LPSE Surabaya, proyek tersebut menyediakan pagu anggaran Rp 3.395.563.408,- dengan nilai Hps sebesar Rp 3.262.377.195,- yang di menangkan oleh CV. Inggit Jaya, dengan nilai penawaran Rp 2.641.077.883,18 yang kemudian terkoreksi menjadi Rp 2.638.878.886,87. 

Dari pengamatan media ini menyebutkan, ada sejumlah box U-ditch yang terlihat rusak dan terpasang. Tentu saja, hal ini mengurangi kwalitas mutu barang tersebut. Selain itu, pada saat pemasangan U-ditch pada galian lobang yang masih berair, pihak rekanan tanpa mengurasnya. Kemudian, tanpa dilakukan plesteran terlebih dahulu. Sehingga nampak sekali rekanan mengerjakan asal-asalan, nampak U-ditch bergelombang. 

Ketua DPP-LPPR Jatim (Dewan Pimpinan Pusat-Lembaga Pengaduan dan Pembelaan Rakyat), Udin Rusyadi mengungkapkan, pihaknya sebagai lembaga indepent akan mengawal kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan saluran u-ditch di Surabaya Timur tersebut. "Kami sebagai warga negara Indonesia turut serta memantau kinerja birokrasi, apalagi menyangkut uang Rakyat," tegas Udin 

Dirinya menilai, bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan konstruksi tersebut. "Bahwa segala sesuatu kegiatan pengadaan barang dan jasa, PPK harus bertanggungjawab atas pelaksanaan nya dari rekanan. Sebab, hal itu sudah tertuang dalam perjanjian kontrak kerja," ujarnya.

Dikonfirmasi Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Eko Yuli Prasetyo mengatakan, bahwa terkait U-ditch di dalam kontrak sudah menyebutkan speknya (dimensi, mutu beton dan pembesiaannya), dan akan dilakukan test kualitas di Lab sebelum di pasang di lapangan," sanggahnya via pesan whatsapp.

"Dan ketidak rapian tampilan U Ditch memang menjadi evaluasi dan koreksi kita pak," tambah Eko. 

Saat disinggung mengenai pemasangan u-ditch tanpa rabatan dan pemberian sirtu agar elevasi tanah yang terpasang u-ditch tersebut, Eko menepisnya. Bahwa, menurut nya, untuk item pekerjaan di bawah U ditch dalam kontrak memakai sirtu bukan rabat, yang berfungsi sebagai leveling bukan pondasi. 

"Artinya sirtu nanti tidak akan sama ketebalannya sepanjang pemasangan u ditch dan kami akan bayar sesuai volume yang terpasang," jawab Eko kepada Suara Publik.com (Dre)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper