suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pentingnya Nutrisi, Bagi Penderita Anemia

avatar suara-publik.com
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
suara-publik.com leaderboard

Waktu adalah hal yang sangat berharga bagi siapapun. Namun dengan begitu terkadang sesorang lupa akan pembagian waktu yang tepat untuk kegiatan sehari-hari. Dengan kesibukan yang begitu padat seseorang sampai lupa dengan nutrisi yang harus dibutuhkan dalam tubuhnya dengan melupakan jam makan yang tepat.

Hal tersebut dapat menimbulkan berbagai macam penyakit baik yabg ringan seperti flu, batuk bahkan penyakit yang berat seperti gagal ginjal dan jantung.

Perlu dipahami pentingnya nutrisi pada manusia sangat mempengaruhi keadaan fisik maupun psikis. Manusia memiliki 5 kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi salah satunya kebutuhan fisiologis yang termasuk diantaranya kebutuhan makan dan minum. (Hirarki maslow:kdm)

Nutrisi dapat mempengaruhi segala bentuk kegiatan dalam tubuh manusia, baik antara organisme dalam tubuh maupun kegiatan fisik yang dilakukan sehari-hari. Dari dalam makanan dan minumanlah manusia dapat menyerap zat-zat nutrisi yang kemudia diolah menjadi Energi didalam tubuh, sehingga seseorang dapat melakukan kegiatan apapun dengan fit. Salah satu kekurangan nutrisi yang sangat berpengaruh pada remaja yaitu kurangnya sel darah merah atau yang sering disebut anemia.

Anemia yaitu dimana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah rendah sementara normal kadar Hb pada remaja yaitu 12 g/l atau kekurangan jumlah sel darah merah (eritrosit). Anemia dapat terjadi karena tubuh remaja kekurangan zat besi (Iron/Fe). Fe sangat penting untuk membantu proses pembentukan Hemoglobin (Hb), yang berperan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh serta untuk pembentukan kolagen (Protein dalam tulang). Selain kekurangan zat besi (Fe), anemia juga terjadi karena kekurangan asam folat atau vitamin B9 dan vitamin B12. 

Anemia dapat berdampak secara cepat ataupun secara perlahan pada tubuh remaja, diantaranya remaja anemia akan mudah terserang penyakit atau sistem kekebalan tubuh menurun, Penurunan prestasi belajar. Selain dampak tersebut anemia memiliki beberapa tanda dan gejala yang secara spesifik sering ditemukan pada remaja, yaitu :

1. cepat merasa lelah sehingga akan mudah mengantuk dan sulit berkonsentrasi

2. Tubuh lemah yang dapat menjadikan malas beraktifitas

3. Sesak nafas terkadang dapat terjadi pada remaja yang memiliki anemia berat

4. Pucat pada bagian telapak tangan dan pada konjungtiva mata bagian bawah

5. Pusing, terutama saat berubah posisi duduk ke berdiri

6. Jantung berdebar-debar

7. Telapak tangan terasa dingin

8. Nyeri 

9. Sering merasa mengantuk pada siang hari padahal jam tidur sesuai pola tidur sehat

Anemia dapat terjadi pada siapapun baik anak-anak, dewasa maupun orang tua. Namun hal ini sering terjadi pada remaja putri diusia 12-17th, karena pada usia remaja sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan dan tubuh membutuhkan zat besi yang tinggi sekitar 26 mg/hari serta adanya siklus menstruasi yang akan mengeluarkan banyak zat besi dalam darahnya. 

Sebagai generasi penerus Bangsa dan calon ibu pada masa depan, seorang remaja harus memperhatikan asupan nutrisi yang sehat dan seimbang untuk mencegah terjadinya anemia pada masa remaja dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi seperti hati, daging, ayam, bebek, telur atau sumber nabati seperti kacang-kacangan dan serealia, memperhatikan asupan protein pada makanan baik hewani maupun nabati.

Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B9/B12, serta hindari memakan makanan yang menghambat penyerapan zat besi pada tubuh seperti teh, kopi, coklat, atau susu secara bersamaan atau berdekatan dengan waktu makan, dan pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) satu Minggu sekali atau setiap hari saat menstruasi.

Peran seorang tenaga medis dalam hal inipun sangat penting dengan memberikan edukasi melalui konseling remaja anemia yang dapat dilakukan di Puskesmas terdekat atau penyuluhan kesehatan dilingkungan sekolah, untuk mencegah terjadinya resiko anemia pada remaja yang berkepanjangan.

Penulis : Arni, mahasiswi Program

Mahasiswi Studi D III Keperawatan AKPER HERMINA MANGGALA HUSADA Jakarta Timur

 

????

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper