suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Siapkan Alat dan Tempat Nyabu, BD Sabu Arsi dan Farhan Dituntut 5,5 Tahun Penjara dan Denda 1,5 Miliar

avatar suara-publik.com
Foto: Kedua Terdakwa Arsi Sandi dan Achmad Farhan mendengarkan tuntutan JPU di ruang Candra PN Surabaya, secara online, Senin (06/12/2021)
Foto: Kedua Terdakwa Arsi Sandi dan Achmad Farhan mendengarkan tuntutan JPU di ruang Candra PN Surabaya, secara online, Senin (06/12/2021)
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Arsi Sandi dan Achmad Farhan dituntut selama 5 tahun dan 6 bulan penjara. Keduanya dinyatakan melanggar pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009, lantaran mengedarkan sabu 30 poket paket hemat (pahe).

Awalnya, Jum (DPO) mendatangi terdakwa Arsi Sandi dirumahnya Jalan Bonowati Gang IV No 04. Tujuannya untuk menyerahkan sabu pahe terhadap terdakwa untuk dijual kembali.

Rinciannya, 1 poket harga Rp 100 ribu. 10 poket harga per poket Rp 150 ribu. 5 poket harga Rp 200 ribu dan 2 poket harga Rp 300 ribu. Sementara tugas terdakwa Achmad Farhan bertugas menyiapkan kamar untuk pembeli narkotika dari Arsi.

Kamar tersebut dipergunakan untuk pembeli yang akan mengkomsumsi sabu dimana sudah disiapkan alat hisap sabu oleh Achmad.

Namun aksi keduanya berakhir saat ditangkap oleh petugas kepolisian. 

Saksi Firman Djalil dan Dwi Agustias Gozali sebelum melakukan penangkapan, memperoleh informasi jika para terdakwa menyalahgunakan narkotika jenis sabu.

Saat dilakukan penggeledahan di temukan barang bukti dari tangan Aris berupa 22 Poket Sabu berat kotor 5,16 gram, 11 sekrop plastik, 1 lembar catatan penjualan, 10 lembar bukti transfer transanksi penjualan, 1 buah timbangan elektrik, 6 unit HP dan 6 bungkus plastik klip kosong.

Atas perbuatannya itulah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulfikar menyatakan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwan primer.

"Menuntut, memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 5 tahun dan 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar subsider 1 tahun kurungan," kata JPU Sulfikar saat membacakan tuntutannya di ruang Candra PN Surabaya, Senin (06/12/2021).

Terhadap tuntutan tersebut, para terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Ronni Bahmari mengajukan pembelaan."Kami memohon agar diberikan keringanan hukuman Yang Mulia," ujar Ronni kepada majelis hakim yang diketuai Martin Ginting.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper