suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

"JARINGAN SABU JALAN KUNTI MARJALAN", ROMADON DAN ROBBY, BERHASIL DIBEKUK DAN DIADILI.

avatar suara-publik.com
Foto: Para Terdakwa, saat mendengarkan dakwaan JPU, diruang Cakra PN.Surabaya, secara online.
Foto: Para Terdakwa, saat mendengarkan dakwaan JPU, diruang Cakra PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Marjalan bersama dengan Romadon dan Robby Sugara (keduanya dalam berkas terpisah) didakwa terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Ketiganya dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Awalnya, pada Jumat (25/12) sekira pukul 17.00, Marjalan dihubungi oleh Romadon via sambungan telepon. Maksudnya, ingin membeli sabu seberat 5 gram. Namun saat itu Marjalan tidak memiliki stok sabu. 

Kemudian Marjalan menelepon Rosi (DPO) menanyakan apa ada stok sabu seberat 5 gram. Ternyata Rosi memiliki sabu sesuai pesanan Romadon tersebut. Lalu Marjalan menelepon Robby Sugara dan memberi perintah untuk menelpon Romadon. 

Dalam percakapan dengan Robby, Marjalan menyuruh Romadon untuk mengambil sabu tersebut. Untuk harga pembelian sabu per gramnya, Marjalan mematok nominal sebesar Rp 1 juta. Selain itu, Robby disuruh menerima pembayaran itu.

"Apabila pembayaran telah lunas, Robby disuruh mentransfer kembali ke rekening milik Marjalan," tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R Paembonan saat membacakan dakwaannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (09/12).

Selanjutnya, JPU menerangkan Romadon menemui Rosi di Jalan Kunti Surabaya untuk menerima sabu seberat 5 gram. Ditempat yang sama, Romadon menemui Kipli dengan tujuan membagi sabu tersebut dengan harga Rp 1,1 juta per gramnya.

"Pada Sabtu (26/5) 2021 sekira pukul 17.00, Romadon mentransfer uang pembelian sabu ke rekening BCA milik Robby sebesar Ro 2 juta," kata JPU.

Rupanya, peredaran narkoba sabu yang dilakukan para terdakwa terendus oleh pihak kepolisian Ditresnarkoba Polda Jatim. Pada Kamis (1/7), bertempat di area parkir samping Hotel Pitstop Jalan Semut Baru Nomor 48-50, Romadon ditangkap. Saat digeledah ditemukan barang bukti sabu seberat Rp 0,37 gram. 

"Ketika diinterogasi, Romadon menerangkan sabu tersebut dibeli dari Rosi melalui perantaraan Marjalan dan saksi Robby. Sehingga polisi melakukan pengembangan dan akhirnya menangkap Robby di Jalan Pertukangan dengan barang bukti uang sebesar Rp 1,7 juta. Sedangkan Marjalan, ditangkap pada Selasa (13/7) ditempat parkir Apartemen Gunawangsa Tidar di Jalan Tidar Nomor 350 dengan barang bukti dua buah HP," jelas JPU.

Terhadap dakwaan JPU, para terdakwa tidak menbantahnya."Benar Yang Mulia," ujar para terdakwa saat diminta tanggapannya oleh ketua majelis hakim Suparno.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper