suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

INGIN PULANG KAMPUNG TIDAK PUNYA UANG, WAHYU BUANA TEGA BUNUH BOCAH 12 TAHUN, HANYA KARENA TERGIUR HP. KORBAN.

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Wahyu Buana Putra Morita, saat menjalani persidangan di ruang Kartika 2 PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Wahyu Buana Putra Morita, saat menjalani persidangan di ruang Kartika 2 PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Wahyu Buana Putra Morita diadili karena membunuh anak berusia 12 tahun di Kupang Krajan, agenda sidang yang seharusnya dibacakannya tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati, namun untuk penuntutan terdakwa belum siap,

" Kami mohon waktu satu Minggu yang mulia, untuk membacakan tuntutan," ujar jaksa Dewi, Selasa(14/12).

Pada sidang sebelumnya terdakwa memberikan keterangan dalam pemeriksaan terdakwa, berdalih tidak pernah punya niatan menghabisi nyawa korban. Wahyu beralasan tujuannya memukul korban dengan batu paving ke arah leher hanya untuk membuat korban pingsan. Dilakukannya secara spontan.

Terdakwa mengaku Kalau dirinya ingin pulang kampung, tetapi tidak punya uang, korban yang merupakan tetangga kos datang ke tempatnya dengan membawa HP. Saat Jose Marvel korban asik main HP, tiba-tiba HP dirampas terdakwa, 

Terdakwa kemudian mengambil batu paving di dekat pintu kamar kos. Batu tersebut selanjutnya dihantamkan ke tengkuk leher korban tiga kali. Jose langsung tersungkur setelah pukulan terakhir. Dia tidak bergerak. Namun, terdengar mengerang kesakitan.

Melihat korbannya tidak berdaya, terdakwa langsung mengambil ponsel yang dibawanya. Wahyu kemudian kabur mengajak dua anaknya.

Kasus pembunuhan itu terjadi Rabu (3/6). Jose ditemukan orang tuanya bersimbah darah di kamar kos terdakwa. Jose lantas dibawa ke rumah sakit. Dugaan penganiayaan yang dialami korban juga dilaporkan keluarganya ke Mapolrestabes.

Usai mendapat laporan, polisi langsung melakukan olah TKP. Mereka juga memeriksa sejumlah penghuni kos. Hasil penyelidikan mengarah kepada Wahyu sebagai pelaku. Apalagi, dia menghilang saat korban ditemukan. Jose sendiri akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan medis sekitar satu pekan.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper