suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kapal TB.Biwin 3 Hilang Kontak, Keluarga Korban Minta Lanjutkan Pencarian

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

BANYUWANGI, (suarapublik.com) - Kapal Tug boat (TB) Biwin 3, milik PT Sumber Maritim Servis Samarinda, yang dikabarkan hilang di Perairan Ketapang Kalimantan Barat saat berlayar dari ketapang kalimantan barat menuju Batam. Hilangnya kontak dengan membawai 6 orang anak buah kapal (ABK) berlangsung selama 20 hari, sampai dengan berita ini ditayangkan, masih belum ditemukan. Selasa, (21/12/2021).

Kapal yang di nakhodai, Firman Harja Kusuma (36), asal Kota Garut, Jawa Barat, 3 orang asal Belawan, Kota Medan. Masing-masing ABK adalah, Ilham Sahputra (38) warga Jalan Cibatu, Belawan, Didi Kurniadi (40) warga Jalan Asahan, Belawan dan M Taufik (25) warga Jalan Serdang, Belawan, 1 orang asal kota Palopo yang tinggal di koja, Jakarta utara, dan 1 orang Sugiarto (29) asal Tanjung pasir,pangkalan susu, sumatera utara. 

Pihak keluarga melaporkan kejadian ini pada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI). Setelah melakukan laporan ke syahbandar yang ada di Belawan, sebab suaminya awal berangkat berlayar dari pelabuhan Belawan. Agustina (31), Sardina Hutagalung (37) dan Nurlela (50) masih berharap kepulangan suami dan anak mereka yang telah hilang selama 20 hari. Menurutnya, pihak keluarga mengetahui setelah berlayar dari Ketapang Kalimantan Barat menuju Batam, Sabtu, (18/12/2021)

Agustina mengatakan, suaminya Didi bersama ABK lain bekerja di Perusahaan PT Sumber Maritim Servis (lokasi di Ketapang) sejak bulan juli 2021 lalu, dengan membawa tugboat atau kapal penarik tongkang.

Menurutnya, mereka sempat berkomunikasi hingga 3 Desember 2021, namun kecemasan para istri ini terjadi setelah 8 Desember tidak mendapat kabar dari suaminya yang seharusnya sudah sampai di Batam 5 Desember 2021.

“Setelah berupaya menghubungi Syahbandar hingga perusahaan tempat suami saya bekerja, ternyata kapal tug boat yang ditumpangi suami saya hilang kontak sejak 3 desember lalu hingga saat ini,” ucap Agustina dengan nada sedih di hadapan keluarga yang lainnya.

Para istri dari ABK ini pun meminta pemerintah turun tangan mencari keberadaan suami dan anak mereka. Soalnya, jarak yang jauh dan keterbatasan pengetahuan tentang kemana harus meminta bantuan, membuat mereka cemas dan takut.

Diketahui, kapal tug boat PT Sumber Maritim Servis hilang dengan membawa enam anak buah kapal (ABK). Tiga ABK merupakan warga Belawan, satu ABK warga Jawa Barat, satu ABK warga Jakarta Utara asal palopo dan seorang ABK lainnya warga Pangkalan Susu Langkat,sumatera utara. Hilangnya kapal tug boat setelah berangkat dari Ketapang sejak 1 Desember lalu menuju Batam.

Edi Susanto, selaku ketua PPI Selat Bali Banyuwangi menyampaikan, bahwa keluarga korban telah melaporkan kepada kami terkait suami dan anaknya yang tidak dapat dihubungi sejak 3 Desember 2021. 

"Keluarga korban kapal TB. Biwin 3 mengadukan kejadian itu kepada kami, melalui seluler. Kami langsung meneruskan pengaduan itu kepada ketua PPI yang ada di Sulawesi Selatan dan ketua PPI Samarinda Kalimantan Timur, guna memastikan benar dan tidaknya kejadian ini kepada pemilik kapal TB.Biwin 3, yang kantornya ada di Samarinda, dan dibenarkan oleh pemilik kapal bahwa kapal TB. Biwin 3 hilang kontak sejak tanggal 1 Desember 2021.Senin, (20/12/2021)," terangnya. 

"Kami pun segera melakukan dan pemberitahuan tertulis dan bersurat melalui perwakilan PPI di samarinda kepada Basarnas yang ada di Samarinda, agar dapat bekerjasama dengan Basarnas yang ada di seluruh indonesia untuk melakukan pencarian korban," tambah Edi Sudanto. 

Edi menjelaskan, pihaknya akan mendengarkan dan menindaklanjuti laporan dari keluarga korban. Sebab korbannya adalah anggota pelaut yang mengawai kapal TB.Biwin 3, berupa asuransi, santunan kecelakaan dan lainnya jika memang korban nantinya tidak diketemukan atau diketemukan dalam keadaan tidak selamat. 

"Harapan kami dan keluarga korban, Suami dan anaknya dapat selamat dari insiden kapal itu," tutupnya. (***)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper