suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

SEBUT KOMISARIS DAN DIREKSI SAHABAT DAJJAL DI FACEBOOK, 2 KARYAWAN, HARTINI DAN EKO DIADILI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Hartini dan Eko, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.
Foto: Terdakwa Hartini dan Eko, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Hartini dan Eko Kasianto, karyawan PT Ragam Putra Utama (RPU) didakwa telah mencemarkan nama baik komisaris dan direksi perusahaan tersebut. Gara-garanya, Hartini melalui akun Facebook miliknya menulis status yang berisi keluhan tentang manajemen perusahaannya. Eko mengomentarinya hingga keduanya saling berkomentar yang kalimatnya dianggap sebagai pencemaran nama baik. 

Jaksa Yulistiono dalam dakwannya menyatakan, Hartini melalui akun Facebook awalnya mengunggah surat pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan terhadap 11 karyawan yang ditujukan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo sembari menulis status. “Imbas Covid...??? 4 tahun rame mbidek ae, BPJS sdh kau tipu pelaporannya... byr kontrak 2 tempat 600 jtan kau bisa.. wong covid brusn 3 bulan saja kau koar koar yukk yukk untungmu lho akeh..” bunyi kalimat status Hartini sebagaimana dakwaan jaksa. 

Eko mengomentarinya dan dibalas oleh Hartini. Keduanya terlibat saling komentar hingga kalimatnya dianggap telah mencemarkan nama baik Wahyu Kurnianto (komisaris), Erna Mariyana (direktur utama), dan Erni Mariyani (direktur). Salah satu komentar yang dianggap pencemaran nama baik yakni, “iyo yo matek e suwe soale rencana ke depan bumi ini di huni para sahabat dajjal.. Yo wes ben erna erni kamto wahyu gk matek2 ben diboloh karo dajjal.”

"Postingan tersebut membuat dapat diakses dan mendapatkan komentar dari 37 orang Facebooker serta beberapa komentar lainnya lagi yang isinya juga terindikasi penistaan dan pencemaran nama baik terhadap beberapa orang di perusahaan termasuk pimpinan PT Ragam Putra Utama," kata jaksa Yulistiono dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Unggahan kalimat itu menjadi ramai diperbincangkan di dunia maya. Hingga Wahyu, Erna dan Erni melaporkan kedua terdakwa ke Polda Jatim. Perbuatan para terdakwa dianggap tidak baik untuk bisnis. "Akibat unggahan tersebut yang terindikasi fitnah karena belum tentu kebenarannya membuat nama baik Wahyu Kurnianto, Erna Mariyani dan Erni Mariyani serta nama baik perusahaan menjadi dirugikan secara materil dan non materiil karena kredibilitas perusahaan menjadi turun dimata mitra kerjanya," tuturnya.

Jaksa Yulistiono mendakwa Hartini dan Eko dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya dianggap telah mencemarkan nama baik melalui media sosial.

Pengacara terdakwa, Frankie Herdinnanto menyatakan, kalimat yang ditulis kedua terdakwa di Facebook merupakan kritik, bukan pencemaran nama baik. Mereka kesal dengan permasalahan ketenagakerjaan di perusahaan yang berlarut sehingga meluapkannya di media sosial. Kini mereka sudah saling berdamai dengan komisaris dan direksi.

"Sudah ada surat yang menyatakan bahwa sudah ada perdamaian," kata Frankie.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper