suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jajan Sepoket Sabu Seharga Rp. 200 ribu, Choirul Hartono Dibui 3 Tahun

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Muhammad Choirul, saat mendengarkan putusan hakim, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Muhammad Choirul, saat mendengarkan putusan hakim, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu 1 poket seberat 0,20 gram, seharga rp.200 ribu, dengan terdakwa , Muhammad Choirul Hartono bin Hartono, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.

Sidang agenda pembacaan amar putusan oleh hakim, Mengadili, Manyatakan terdakwa Muhammad Choirul Hartono terbukti bersalah melakukan tindak pidana “penyalahguna Narkotika Golongan I bagi diri sendiri”.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan alternatif ke tiga JPU.

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 Tahun,

Dikurangkan seluruhnya selama terdakwa berada dalam tahanan, Menetapkan Terdakwa tetap ditahan, Kamis(13/01).

Menetapkan barang bukti berupa:

1 poket sabu 0,20 gram, 1 HP Oppo A5,

Dirampas untuk dimusnakan

1 unit sepeda motor Mio Soul NoPol L-5898-CI warna hijau, Dirampas untuk Negara.

Putusan Hakim Sama (Conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya, yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Awalnya Pada hari Rabu tanggal 02 September 2021, terdakwa Muhammad Choirul Hartono, membeli sabu dari Nyus ( DPO) 1 poket sabu 0,20 gram, seharga 200 ribu.Barang tersebut diarahkan diambil di area SPBU jalan Tanjung Sari dibungkus bekas minuman kosong, selanjutnya oleh terdakwa dibawa pulang.

Sekitar pukul 20.30 wib,Terdakwa ditangkap saksi Didiet Eko S dan saksi Nicho Firmansyah anggota Polsek Sukolilo Surabaya, dilakukan penggeledahan ditemukan sabu 1 poket 0,20 gram, diletakan di dasbort sepeda motor milik terdakwa.

Dalam dakwaan pertama , terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper