suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Wisata Alam hingga Budaya, 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA, (suarapublik.com) – Berbicara destinasi wisata populer di Indonesia rasanya tidak lengkap tanpa menyebut kawasan Jawa Timur (Jatim).

Penggemar traveling biasanya paham jika ada banyak tempat wisata di Jatim yang menyuguhkan pesona alam dan budaya nan apik. Salah satunya adalah Desa Wisata Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jatim.

Pesona alam dan budaya di Desa Wisata Ranupani dibuktikan dari keberhasilan desa ini masuk dalam 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Sejak berhasil mengukir prestasi tersebut, nama Desa Wisata Ranupani semakin menjadi perbincangan banyak wisatawan. Terlebih desa ini sudah lebih dulu dikenal di kalangan para pendaki gunung.

Sebagai titik terakhir pendakian menuju Gunung Semeru, Ranupani dikenal karena potensi dan daya tarik alamnya.

Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, sempat melayangkan pujian saat mengunjungi Desa Wisata Ranupani beberapa waktu lalu.

“Saya sangat berkesan dan kagum. Bukan hanya alam dan budaya tapi fasilitasnya juga mumpuni. Mulai dari kebersihan toilet hingga keramahan warga. Saya ingin mengajak masyarakat untuk berwisata #DiRanupaniAja,” ujar Sandi, dikutip kompas.com.

Sebenarnya hal apa saja yang membuat Desa Wisata Ranupani layak dikunjungi ?

Kementerian Pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu, mengulas empat kegiatan menarik yang bisa dijajal saat liburan di Desa Wisata Ranupani.

 

1. Menikmati keindahan Danau Ranupani, Desa Wisata Ranupani berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di ketinggian 2.200 meter (m) di atas permukaan laut (mdpl).

Meski berada di ketinggian, ternyata Desa Wisata Ranupani menyimpan permata tersembunyi berupa danau dengan nama yang sama.

Danau Ranupani merupakan ikon dari Desa Wisata Ranupani sekaligus menjadi danau tertinggi di Indonesia karena berada di posisi 2.100 mdpl

Bisa dibayangkan, suhu air danau ini sudah pasti dingin karena mencapai 14 derajat Celsius. Selain Ranupani, akan menemukan beberapa danau lain dengan lokasi berdekatan, yaitu Ranu Regulo, Ranu Tompe, Ranu Darungan, dan Ranu Kumbolo.

2. Berpetualang dengan Jeep Kanvas menjadi salah satu ciri khas wisata alam di kawasan Bromo. Hal ini juga berlaku ketika Anda mengunjungi Desa Wisata Ranupani.

Menyewa kendaraan Jeep dari Kota Malang maupun Tumpang diklaim sebagai cara terbaik menikmati momen menuju Ranupani.

Satu Jeep dengan tipe Hartop 4x4 bisa menampung antara tiga sampai enam orang penumpang. Aktivitas ini bisa Anda nikmati dengan nyaman dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Kendaraan yang sering disebut Jeep Kanvas ini juga sangat menunjang bagi Anda yang ingin berfoto dengan latar produk mobil sport utility vehicle (SUV).

Sementara itu, untuk rute dari Tumpang ke Ranupani dihargai sekitar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta.

3. Selain Jeep Kanvas, kegiatan yang harus dilakukan saat berada di kawasan Desa Wisata Ranupani adalah horse riding atau berkuda.

Meski Desa Wisata Ranupani tidak terlalu besar, akan tetapi kondisi jalan yang diselingi turunan dan tanjakan dapat menguras tenaga jika harus dilalui dengan berjalan kaki.

Ada baiknya Anda menyewa kuda yang ditawarkan masyarakat di Desa Wisata Ranupani dan sekitarnya.

Dengan berkuda, dapat menikmati hembusan udara dingin dan segar khas Ranupani sembari menikmati pemandangan yang terbentang indah.

Untuk harga horse riding, akan dikenakan biaya sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Aktivitas ini juga melayani rute berkeliling di Desa Wisata Ranupani.

4. Untuk diketahui, masyarakat di Desa Wisata Ranupani sangat memperhatikan kelestarian budayanya. Beberapa waktu lalu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ranupani memprakarsai pembangunan 

Rumah budaya Ranupani memiliki ciri khas yang kuat dengan arsitektur yang khas, sehingga sangat cocok sebagai rumah pengembangan budaya sekaligus proses regenerasi generasi muda.

Tidak hanya itu, Rumah Budaya Ranupani juga berfungsi sebagai sanggar tari, sanggar musik, balai pertemuan, dan ruang resepsi bagi para tokoh penting.

Anda harus mampir ke rumah budaya ini saat berkunjung ke Ranupani. Selain mengagumi arsitekturnya, wisatawan juga dapat menyaksikan proses pelatihan anak muda dalam meneruskan tongkat estafet tradisi budaya Ranupani.

Sebagai informasi, Ranupani juga dilengkapi dengan amfiteater yang terletak tidak terlalu jauh dari rumah budaya. Salah satu fungsi amfiteater adalah sebagai tempat pertunjukan budaya Ranupani bagi para wisatawan yang hadir.

Satu hal yang tidak boleh diabaikan, ketika mengunjungi Desa Wisata Ranupani, pastikan Anda mengikuti protokol kesehatan dengan menerapkan 6M.

Tertarik berwisata ke Desa Wisata Ranupani? Tunggu apa lagi, rencanakan perjalanan Anda dari sekarang! (Red. SP/Dre)

Editor :