suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

BAWA KABUR MOTOR REMAJA INGUSAN DI WARKOP, SENDI PREMAN JALANAN DIBUI 12 BULAN

avatar suara-publik.com
Foto: Sidang pencurian motor, dengan terdakwa Sendi Setyawan, saat saksi korban bersaksi , diruang Candra PN.Surabaya, secara Vidio call.
Foto: Sidang pencurian motor, dengan terdakwa Sendi Setyawan, saat saksi korban bersaksi , diruang Candra PN.Surabaya, secara Vidio call.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Alkhalifi Alvian Putra Utomo remaja tanggung harus kehilangan motornya, Honda Beat nopol L 5637 FM saat nongkrong di warung kopi (warkop), Rabu, 13 Oktober 2021 lalu. Lantaran dia nekat meminjamkan motornya kepada seseorang yang tak dikenal.

Hakim ketua Martin Ginting dalam pembacaan putusannya, mengadili, meyatakan terdakwa Sendi Setyawan, bersalah melakukan tindak pidana "penggelapan"Senin (07/02).

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP, seperti dalam dakwaan JPU.

Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti STNK Honda Beat, Polisi L-5637-FM,Dikembalikan kepada saksi Alkhalifi Alvian Putra Utomo.

Putusan hakim sama ( Conform) dengan putusan JPU Darwis, yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara satu tahun.

Peristiwa bermula saat Alvian pergi ke warkop di Jalan Beringin Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya. Saat itu, Alvian membawa motornya. Sesampainya di warkop, Alvian ngopi dan bermain bilyard. 

Di lokasi, Alvian didatangi terdakwa Sendi Setyawan dan mengatakan jika ingin meminjam motornya. Alasannya ingin pulang ke kosnya di Jalan Tengger Rejo Mulyo Gang 02 RT 04/RW 02 Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo. 

Agar Alvian mau menyerahkan motornya kepada Sendi, Sendi kemudian mengajak Radit Aby Nurhasetya yang tak lain adalah teman dari Alvian. 

Radit yang tak tahu buat apa Sendi pinjam motor, akhirnya bersedia mengikuti Sendi ke rumah kosnya. Namun belum sampai di rumah kos, Radit justru diturunkan dari motor oleh Sendi di warkop Jalan Simo Sidomulyo. 

Setelah sekian jam menunggu, Sendi justru tak kunjung datang. Sontak saja, dua remaja yang masih lugu itu pun bingung.

Akibat peristiwa itu, Alvian mengalami kerugian hingga Rp 9 juta. Sendi pun didakwa melanggar pasal 378 KUHP.Sepeda motor oleh terdakwa telah dijual dan uangnya dipakai foya-foya.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper