suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tak Hanya Warga Yang Antusias, Program PTSL Juga Diapresiasi Kades Pranti

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik, suara-publik.com - Desa Pranti, Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik mendapatkan program PTSL 2022 (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap) dari (Badan Pertanahan Nasional) BPN Kabupaten Gresik.

Kepala Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Hardi menyampaikan apresiasi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik tentang pencapaian desa dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang telah lama jadi impian masyarakat setempat.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi dengan adanya program PTSL ini, karena untuk mendapatkan akan hak atas kepemilikan tanah masyarakat, dapat dilakukan secara murah, cepat dan aman," kata Kades.

100%100%

Kepala Desa Pranti juga berpesan, mengucapakan terima kasih kepada BPN Kabupaten Gresik dan warga Desa Pranti yang saling bersinergi menyukseskan program PTSL ini, 

"Alhamdulillah sekarang hampir 700 bidang sudah terproses, masyarakat juga sangat antusias dengan program PTSL ini,“ Tuturnya saat ditemui dikantornya, Rabu (23/2).

Kades Hardi juga mengatakan mengingat pentingnya fungsi manfaat sertifikat tanah, maka Pemerintah Desa terus berupaya membantu masyarakat agar memiliki sertifikat atas lahan – lahan yang dimilikinya,

”Selama ini fenomena yang berkembang adanya anggapan proses pembuatan sertifikat butuh biaya tinggi, lama dan berbelit-belit sehingga masyarakat enggan mengurus, Namun adanya program PTSL ini jelas sangat membantu masyarakat,” terangnya.

Salah seorang warga Desa Pranti, Lukman (45) menyampaikan rasa senang memperoleh sertifikat tanah massal melalui Program Nasional dari Kementerian Agraria.

“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur dengan adanya program ini. terima kasih kepada panitia desa yang sudah memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat,” ucapnya.

Lukman juga menyampaikan, program PTSL ini mengurangi beban masyarakat dan memberikan kemudahan bagi warga setempat dalam penerbitan sertifikat atas tanah dibanding mengurus sertifikat secara perorangan.

“Kalau dahulu sebelum adanya program ini, kita urus sertifikat tanah terasa sulit karena selain biayanya besar juga membutuhkan waktu yang lama, tetapi dengan program PTSL ini, tidak butuh waku lama dan tidak dipungut biaya kecuali hanya untuk patok sama materai saja,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, Hasan. Ia mengatakan dirinya sangat bersyukur mendapatkan sertifikat tanah melalui program PTSL. Sebab, selama ini pekarangan miliknya belum memiliki surat tanah yang sah.

“Selama ini saya hanya ada surat jual beli saja. Alhamdulillah, tahun ini sudah ada surat yang sah dan diakui oleh negara,” kata dia. (imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper