Gresik, suara-publik.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ditandai dengan Pemukulan Gong Sekaligus Pengguntingan Pita tanda dibukanya perpustakaan digital Wisata Ilmu dan Bioskop Pendidikan Nguri Nguri Budaya. Sabtu (5/3) Juga turut dihadiri Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik Sutaji Rudy, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Gresik Hariyanto, Muspika Kec. Gresik, Yayayasan Poesponegoro,Ustad Reza, Sejarawan, dan Pemerhati Budaya.
Gus Yani juga Mengapresiasi dan mendukung penuh adanya Kurikulum baru yang akan dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kab.Gresik dimana kurikulum tersebut mengajak pendidikan generasi muda Gresik untuk tidak melupakan sejarah tentang Gresik,”"ujarnya.
Tidak hanya itu, Gresik merupakan kota bandar yang kuat dimana pernah menjadi bandar perdagangan dari hujarat Arab hingga Pecinan China serta meninggalkan cagar budaya termasuk klenteng kuno yang usianya sudah ratusan tahun, banyak cagar budaya di Kab. Gresik ini yang harus tetap kita lestarikan,"tutur Bupati Gus Yani.
Gresik juga mendapat apresiasi dari pusat berupa anggaran untuk merevitalisasi kota tua dengan program Kota Bandar Gresik sekitar 50 Miliar tujuannya sudah dalam bentuk pembangunan untuk merevitalisasi jalur kota tua. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan yang sifatnya menghilangkan kawasan kumuh, irigasi guna menghilangi banjir kota hingga Penerangan,"terangnya.
Kab.Gresik punya sejarah yang kuat dengan 4 Budaya diantaranya Arab,Pecinan,Kolonial dan Lokal yang ada di kampung kemasan yang mana Kab/Kota lain belum tentu ada.
"Mudah-mudahan menjadi Ikonik baru yang merupakan warisan untuk masa depan anak-anak kita berupa ilmu yang bermanfaat," ungkap Bupati Gus Yani.
Ketum Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Oemar Zainoeddin merasa bangga dan berterima kasih atas keseriusan pemerintah dalam pelestarian budaya. (imam/why).
Editor : Redaksi