suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengurus serikat pekerja di Gresik menjadi korban persekusi

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Gresik, suara-publik.com - Aksi persekusi yang terekam di video berdurasi 10 detik viral di media sosial, termasuk grup WhatsApp. Dalam video tersebut ada dua orang yang bersuara keras melakukan persekusi kepada korban dengan nada tak pantas. Dari penelusuran, ternyata kejadian itu terjadi di Jl Veteran Gang I Gresik. 

"Nek nuntut ngono, carane nek nuntut ngono, ono perusahaan, ono managemen seng apik-apik," demikian kutipan dari video yang tersebar luas. 

Ternyata korban persekusi adalah buruh pabrik berinisial THM, Ketua PUK SP LEM SPSI PT. GMCP yang merupakan perusahaan pengolahan daging rajungan. 

Ketua DPC FSP LEM SPSI Gresik Imam Syaifudin saat dikonfirmasi membenarkan jika korban persekusi dalam video tersebut merupakan pengurus pimpinan unit kerja SP LEM SPSI di PT GMCP. Dia pun menyayangkan aksi tersebut. 

"Memang benar yang dalam video tersebut adalah ketua PUK SP LEM SPSI PT Graha Makmur Cipta Pratama," katanya, Sabtu (5/3/2022). 

Sebelumnya, korban THM membela salah satu anggota yang juga pekerja PT GMPM yang dimutasi pimpinan perusahaan ke gudang yang agak jauh dari lokasi pabrik. Apalagi, yang dibela oleh korban adalah seorang pekerja wanita, sendirian bekerja, bahkan rencananya sampai malam hari. 

"Maka bagi teman-teman pengurus PUK PT.GMCP perlu melindungi anggotanya, karena di gudang tersebut tidak pernah ada pekerja perempuan, tindakan itu juga sudah dilaporkan ke kami," imbuh Imam. 

Imam menyatakan, lembaganya saat ini melakukan investigasi terkait Persekusi anggotanya yang ada di PT Graha Makmur Cipta Pratama. 

"Kita membentuk tim investigasi dan akan kami tindak lanjuti hasil temuan tersebut, beberapa data lapangan sudah kami dapatkan," tegas Imam. 

Dia pun menyesalkan ada tindakan persekusi oleh pihak-pihak tertentu. Dia pun berjanji akan membongkar semua masalah yang terkait dengan kejadian ini. Dan, akan dilaporkan ke pihak yang berwajib. 

"Kami sangat menyesalkan tindakan premanisme seperti ini, apa pun motifnya sangat kami sesalkan apalagi dilakukan di teras musholla, ada satpam disana dan membiarkan," jelas Imam. (imam/why).

Editor :