SURABAYA, (suarapublik.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini melakukan assesment terbuka untuk calon definitif Sekdaprov Jawa Timur. Saat ini Pj Sekdaprov. Jawa Timur dijabat oleh Wahid Wahyudi menggantikan Plh Heru Tjahjono.
Delapan pelamar yang memenuhi syarat seleksi administrasi seleksi terbuka, yaitu Adhy Karyono, A.K.P,. M.AP, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si, Dr. Bobby Soemarsono, S.H, M.Si, Indah Wahyuni, S.H, M.Si, Dr. Ir. Jumadi, M. MT, Ir. Mohammad Yasin, M.Si, Drs. Mokh. Sodiq Triwidiyanto, M. Msi, dan Dr. Nurkholis, S.Sos, M.Si.
Lampiran pengumuman Nomor: 800/1735/Pansel-JPTM/2022 tersebut ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh Dea.
Assesment terbuka untuk calon definitif Sekdaprov Jawa Timur, yang kini sedang diproses pansel, menjadi sorotan serius LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jatim. Pasalnya, ada satu nama di antara delapan pelamar yang merupakan “orang pusat.”
Pelamar tersebut adalah Adhy Karyono, A.K.P,. M.AP., yang kini menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI.
Heru Satriyo, Ketua LSM MAKI Koorwil Jatim, mengatakan, majunya Adhy Karyono sebagai salah satu pelamar Sekdaprov. Jatim menjadi perhatian LSM MAKI Jatim.
“Kami melihat ada satu nama, satu profil, yaitu Bapak Adhy Karyono, yang merupakan Kabiro Perencanaan Kementerian Sosial, menjadi salah satu atensi kami. Maka kami akan secepatnya menanyakan kepada Ketua Pansel terkait tampilnya Bapak Adhy Karyono tersebut,” kata Heru Satriyo, Senin, (14/2/2022).
Dikatakan oleh Heru Satriyo, MAKI Jatim mencium ada korelasi yang kuat antara Adhy Karyono dengan Khofifah Indar Parawansa, di mana Khofifah pernah menjadi Menteri Sosial.
“Jujur kami menolak kehadiran Bapak Adhy Karyono menjadi salah satu pelamar assessment terbuka calon Sekdaprov. Jatim. Kami sangat percaya penuh kepada kinerja pansel , apalagi sekelas Bapak Profesor Muhammad Nuh,” ujar pria berambut gondrong ini.
MAKI Jatim, lanjut Heru, menduga adanya muatan tidak sehat dan tidak wajar terkait masuknya Adhy Karyono sebagai calon Sekdaprov definitif.
“Masyarakat juga boleh melihat seperti itu. Dan MAKI Jatim sebagai bagian dari masyarakat Jawa Timur juga boleh mempertanyakan apa maksud di balik assestmen ini,”
Kami berharap Sekdaprov Jatim definitif yang terpilih adalah sosok yang sangat mengerti akan situasi serta bagaimana peta pembangunan Jawa Timur ke depan dan menjadi sosok bijaksana dalam melakukan koordinasi kerjasama sistemik dengan semua SKPD serta DPRD Jatim dan sosok yang sangat setia serta siap mengaplikasikan apa yang menjadi arah kebijakan dari Gubernur Jawa Timur,” imbuh Heru Satriyo. (Dre)
Editor : Redaksi