suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

BUNUH ANAK KANDUNG USIA EMPAT TAHUN, ARI SULISTYO SI IBU SADIS, DIHUKUM 7,5 TAHUN BUI , DENDA Rp. 10 JUTA

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Ari Sulistyo saat sidang agenda mendengarkan putusan hakim, di ruang Candra PN Surabaya, secara online, Kamis (24/03/2022).
Foto: Terdakwa Ari Sulistyo saat sidang agenda mendengarkan putusan hakim, di ruang Candra PN Surabaya, secara online, Kamis (24/03/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Perbuatan biadab terdakwa Ari Sulistyo (25) di luar nalar akal sehat manusia. Hanya untuk membuat anak kandungnya MTO(4) mau bicara, dia tega menganiaya darah dagingnya sendiri itu hingga tewas dalam kondisi lemas.

Terdakwa Ari Sulistyo diputus 7 tahun dan 6 bulan penjara atas perbuatannya menganiaya MTO (4), anak kandungnya hingga meninggal.Terdakwa juga dikenakan denda Rp.10 juta, subsider 2 bulan penjara, yang dibacakan oleh hakim Ni Made Purnami, diruang Candra, Kamis (24/03/2022).

Majelis sepakat dengan dakwaan jaksa yang menilai terdakwa melanggar pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak.

Selain itu, Ari dinilai melanggar pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Sebelumnya JPU Maryani Melindawati dari Kejari Surabaya, telah menuntut terdakwa Ari Sulistyo dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp.10 juta, subsider 3 bulan penjara.

Terhadap putusan hakim, terdakwa menyatakan menerima, demikian jaksa juga menyatakan menerima.

Perbuatan wanita asal Jalan Srengganan Kidul 19 RT 04/RW 06 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto itu bermula saat tinggal bersama MTO di rumah kos Jalan Sidokapasan 1/62 Surabaya. Minggu, 6 November 2021, Ari mengetahui pampers korban penuh dengan kotoran.

Saat itu, korban tak mau mengatakannya kepada terdakwa (ibunya,red) hingga terdakwa merasa kesal. Terdakwa lalu membawa korban ke kamar mandi untuk dibersihkan. Usai korban dibersihkan, terdakwa lalu memukul mulut dan mata korban. 

Tak hanya itu, terdakwa juga menjewer telinga dan mencubit paha kanan dan kiri serta ketiak kanan dan kiri, dan dada kanan dan kiri korban. "Anak itu awalnya tinggal sama ibu saya, dan baru dua Minggu tinggal sama saya Yang Mulia," ujar Ari Sulistyo.

Usai dari kamar mandi, terdakwa kemudian membenturkan kepala korban dan dibenamkan di kasur lantai bawah sebanyak dua kali. Akibatnya korban menangis. Saat itu, terdakwa meminta agar korban segera tidur. 

Sekitar pukul 14.30, korban akhirnya bangun. Mengetahui korban sudah bangun, terdakwa meminta agar korban mandi. Sebab terdakwa sedang memasak air. Saat itu pula, terdakwa mendengar korban seperti terjatuh. Terdakwa langsung menuju ke kamar mandi.

Saat itu pula, korban melihat jika anaknya sudah menghadap ke tembok. Saat ditanya, korban hanya menggelengkan kepalanya. Terdakwa sempat memandikan korban. Usai dimandikan korban duduk di atas kasur. "Saya berikan air minum Yang Mulia," imbuh terdakwa.

Terdakwa lalu meninggalkan korban di kamar untuk memandikan adik korban yang masih bayi. Setelah itu, terdakwa masuk ke kamar dan melihat korban tertidur dalam posisi tengkurap dalam posisi sesak nafas sekitar empat kali. "Saya melihat perutnya sudah tak bergerak," tambahnya.

Terdakwa yang panik lalu memanggil tetangga sekitar agar segera dipanggilkan suaminya yang sedang bekerja. Namun saat suami terdakwa, Moch Saiful tiba, nyawa korban sudah tak tertolong.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper