SURABAYA, (suarapublik.com) - Kembali, pemilihan calon Sekdaprov Jatim memanas dan dinilai kontroversi. Pasal nya, sudah sekian lama MAKI Jatim menunggu hasil Assesment TPA (Team Penilai Akhir) untuk jabatan Sekdaprov Jatim definitif yang baru. namun, sampai berita ini ditayangkan belum ada kejelasannya.
"Sudah sangat lama dan belum ada hasil akhir pengumuman sama sekali dari TPA utk jabatan Sekdaprov Jatim, sehingga perlu kami pertanyakan kwalitas dan kinerja TPA tersebut," ungkap Heru selaku Koordinator MAKI Jatim, Senin, (9/5/2020).
Menurut Heru, dari ketiga calon nama Sekdaprov Jatim, hasil assesment dari Panitia Seleksi yang di kirimkan kepada TPA Pusat, belum ada release resmi hasil akhir dari TPA.
"Tentu saja, Ini menimbulkan banyak pertanyaan dan dugaan variatif alasan, apakah sedemikian sulit bagi TPA yg diketua Bapak Presiden RI untuk menentukan siapa nama Sekdaprov Jatim definitif," ujar Heru.
"Saya dengar memang macan lagi bertarung terkait pra penetapan sekdaprov jatim definitif yg baru, dan macannya siapa saja, akan kami jawab setelah pengumuman sudah dilakukan," tambah Heru MAKI.
Masih menurut Heru, bahwa, ada melihat pertarungan luar biasa dari sekelompok pimpinan dengan jagonya. Masing-masing punya kepentingan dari kelompok tersebut.
"Bahkan lebih kemrungsung, kata orang jawa. Artinya, orang orang yang tidak berkompeten diluar TPA ikut melakukan interverensi untuk menggolkan nama calon Sekdaprov Jatim ke Gubernur Jawa Timur," tutur nya.
Dengan demikian, kata Heru, pihaknya dengan mengatasnamakan lembaga MAKI Jatim meminta dengan keras kepada pihak pihak yang tidak mempunyai kompetensi atau pihak pihak diluar TPA pusat yang ikut andil dalam melakukan interverensi negatif agar tidak ikut campur calon Sekdaprov Jatim tersebut.
"Kami minta agar pihak-pihak di luar Kewenangan TPA untuk diam mulai sekarang, menghentikan semua interverensi yang mengarah kepada fitnah dan pertarungan tidak sehat," pinta Heru dengan tegas.
"Insya Allah kami dengar semuanya dan kami warning keras untuk tidak ikut cawe cawe, karena inteverensi yang dilakukan tersebut hanya untuk kepentingan salah satu kelompok atau golongan saja dan sama sekali tidak berpikir untuk kepentingan masyarakat Jawa Timur pada Khususnya," tambahnya.
Untuk itu, MAKI Jatim secara kelembagaan berharap kepada Gubernur Jawa Timur sebagai user untuk Sekdaprov Jatim definitif, agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat Jawa Timur dan tidak terpancing dalam interverensi fitnah yang tidak jelas.
"Kami sangat yakin akan kwalitas dan kompetensi Ibunda Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur yang juga sebagai anggota Team Penilai Akhir untuk tidak terpancing dalam euforia fitnah demi kepentingan golongan atau kelompok," imbuhnya.
Sebagai lembaga masyarakat independent, lanjut Heru Maki, sejalan dengan warning yang disampaikan, bahwa pihaknya, akan melakukan pengawasan sangat melekat termasuk rencana pelaporan hukum untuk permasalahan dugaan gratifikasi atas segerombolan orang tersebut.
"Tunggu tanggal mainnya dan akan kami ringkes satu persatu, itu janji kami dan Insya Allah saya tidak akan main main dalam hal ini," pungkas nya. (Dre)
Editor : Redaksi