suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tergiur Fee Yang Besar, Dwi Vibby dan Ikhsan Ambil Sabu Seberat 43 Kg. Diadili di PN. Surabaya

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan, saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, diruang Candra PN Surabaya, secara online.Kamis (02/06/2022).
Foto: Terdakwa Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan, saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, diruang Candra PN Surabaya, secara online.Kamis (02/06/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara jaringan peredaran narkotika jenis sabu lintas pulau di Indonesia, sebanyak 43 Kilogram yang dikemas dalam bungkus teh Cina, terbagi dalam dua koper, denganĀ 

Terdakwa Dwi Vibbi Mahendra bersama dengan terdakwa Ikhsan Fatriana, diruang Candra PN.Surabaya, Kamis (02/06/2022).

Agenda sidang kali ini pemeriksaan para terdakwa, kedua terdakwa berdalih tidak tahu tentang dua koper yang berisi sabu-sabu. Setelah berhasil membawa dua koper tersebut, para terdakwa diperintah untuk membeli kunci gembok koper.

" Kami tidak tau isi koper tersebut yang mulia, karena kami tidak pernah buka koper tersebut, kami hanya ganti gembok Dan kunci resleting Koper, kami baru tau isinya sabu, saat kami tertangkap," kata terdakwa.

Keterangan terdakwa dibantah oleh Jaksa Penuntut, bahwa kedua terdakwa dihubungi oleh Joko, dan tau adanya tugas mengirim sabu, dalam BAP keduanya menyampaikan karena pandemi usaha keduanya mengalami bangkrut, sehingga kedua terdakwa menelpon Narko temannya minta pekerjaan yang berkaitan dengan sabu- sabu. Selanjuynya Narko balik menelpon kedua terdakwa, dan bersedia menjadi kurir sabu.

Terdakwa Vibi sendiri. Dia pernah kirim sabu seberat 17 gram dengan Iksan, diakui keduanya mengetahui tentang pekerjaannya sebagai kurir sabu. Pengiriman awal di tahun 2021 perintah dari Alex di Padang dengan fee kurir sabu masing - masing sebesar 70 juta. Keduanya mengakui kalau Alex dan Joko adalah orang yang sama.

Vibi yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ikhsan yang bekerja menjual tahu bulat, mengatakan tidak cukup untuk menghidupi kebutuhan keluarganya setiap hari, walaupun keduanya mengetahui kalau pekerjaan yang dilakukan saat ini beresiko tinggi karena masuk dalam lingkaran Narkotika.

Dalam dakwaan jaksa, Pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021, Joko (DPO) menghubungi terdakwa Dwi Bibbi Mahendra melalui chat BBM, memberi tahu besok ada pengiriman Narkotika, terdakwa Vibbi disuruh berangkat ke Bandung.

Anak buah Joko, Zoa zoa memberitahu terdakwa uang transport ke Bandung sudah dikirim sebanyak 1,8 juta. Tersakwa menggunakan transportasi kereta api, sampai di Bandung terdakwa menginap dibotel dekat stasiun.

Zoa zoa menginfokan kalau ada seseorang pria menemui untuk menemani terdakwa. Pada hari Senin tanggal 20 Desember 2021, terdakwa Ikhsan Fatriana datang menemui terdakwa Vibbi di hotel.

Selanjutnya keduanya mendapat perintah untuk Pekanbaru, dari Bandung ke Jakarta, selanjutnya membeli tiket untuk meneruskan perjalanan ke pekanbaru.

Setelah tiba di Pekanbaru dan menginap di hotel, para tanggal 21 Desember 2021, Joko menghubungi terdakwa Ikhsan, untuk mengambil sabu dan disetujui oleh para terdakwa, dengan mengendarai Grab Car menuju lokasi yang telah ditentukan, kemudian ada sebuah mobil Toyota Sient warna silver abu-abu dan para terdakwa langsung menuju ke mobil tersebut, tidak dalam keadaan terkunci dan didalam mobil tersebut terdapat 2 (dua) tas koper warna biru dan merah yang berisi Narkotika jenis sabu.

Vibbi diperintah Joko untuk. membeli gembok koper. Setelah di Pekanbaru, diperintah untuk ke Padang, dan Vibbi mendapat uang transfer lagi sebesar 13 juta, ke Padang menggunakan Travel selama 12 jam perjalanan, setibahnya di Padang menginap selama 5 hari. Selanjutnya mendapat perintah dari Joko untuk ke Bengkulu selama 3 hari.

Kemudian pada hari Minggu tanggal 09 Januari 2022 para terdakwa mendapat perintah lagi dari Joko untuk Lampung menggunakan jasa travel, para terdakwa menginap di Hotel Arinas kamar No. 506 Jl. Raden Intan No. 35 Gunung Sari Tj. Karang Engal Kota Bandar Lampung.

Kemudian pada hari Selasa tanggal 11 Januari 2022 sekitar pukul 20.00 Wib bertempat di dalam kamar No. 506

para terdakwa ditangkap oleh saksi Agus Purwanto, Kusnan Efendi, saksi Havid dan saksi Mohammad Syafi'i, anggota kepolisian dari Polrestabes Surabaya.

Dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti, 1 buah koper warna biru berisi 20 (dua puluh) bungkus Teh Cina warna hijau yang berisi sabu dengan berat total 20.673 gram (20,673 kilogram), 1 buah koper warna merah berisi 22 (dua puluh dua) bungkus Teh Cina warna hijau yang berisi sabu berat total 22.738 ( 22,738 kilogram), berada disamping elevise kamar No. 506 Hotel Arinas Bandar Lampung.

Perbuatan para terdakwa Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper