Gresik, suara-publik.com - Meski sudah berjalan baik dan sesuai Juknis, ada saja yang mempertanyakan terkait pekerjaan proyek BBWS P3TGAI, salah satunya tudingan salah satu media online kepada salah satu Anggota DPRD Gresik Catur Dadang.
Karena merasa tidak pernah terlibat dalam pekerjaan tersebut, Dadang dengan tegas membantah tudingan dari salah satu media online terlibat dalam pekerjaan teknis proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).
"Tidak benar itu, saya kenapa harus masuk terkait teknisnya," Ungkapnya.
Diketahui proyek tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang di salurkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).
Anggota DPRD Gresik dari fraksi partai Nasdem tersebut ketika di konfirmasi Via Whatsapp mengatakan yang dituliskan oleh media online tersebut salah,
"Tidak benar itu, saya tidak pernah terlibat dalam pekerjaan proyek itu, saya hanya membantu mengusulkan aspirasi masyarakat, ini bentuk kepedulian kita terhadap pembangunan infrastruktur agar bisa mengangkat roda perekonomian," Ucapnya.
"Setelah direkomendasikan pusat, lalu dikerjakan sesuai Juknis dan juklak nya, saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pengawasan sangat ketat dan ada pendampingan juga," Tambahnya.
Ketika di tanya terkait peran dalam pengajuan untuk mendapatkan proyek tersebut, dirinya mengaku awalnya prihatin dengan lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah gresik khususnya di Dapilnya karena terkendala virus Covid19 pada 2021 lalu, pria yang akrab disapa mas dadang ini akhirnya menghubungi rekan legislatif di pusat untuk mengusahakan pekerjaan insfrastruktur sesuai aspirasi masyarakat,
"Memang betul itu adalah aspirasi masyarakat yang saya sampaikan ke pusat,dengan segala keterbatasan saya berusaha untuk mencoba membantu keinginan masyarakat setempat agar membangun insfrastruktur tersebut, saya rasa masyarakat merasa terbantu dan senang dengan hal ini," Paparnya.
Terkait tudingan adanya pemotongan anggaran proyek, dengan tegas Dadang mengatakan tidak ada pemotongan itu,
"Tidak ada potongan itu, di situ ada pendampingan dari provinsi dengan ketatnya aturan yang dijalankan sesuai Juknis dan juklak, saya tegaskan tidak ada," Tegas Dadang.
Saat suara-publik.com melakukan kroscek dilapangan, rabu (8/6) terkait kwalitas pekerjaan tersebut, Pemdes penerima proyek mengaku puas dengan hasil kwalitas yang bagus.
"Setahu saya sesuai laporan yang disampaikan ke saya pekerjaan sudah bagus, karena disana ada pendampingan dari pihak provinsi semua sudah berjalan baik dan sudah monev hasilnya baik," Pungkasnya.
Terpisah, pengurus HIPPA dari Desa Kedunganyar, Syaiful Biled mengungkapkan jika proyek ini sangat membantu petani dalam mendapatkan air kebutuhan tanaman,
“meski jarak langsirnya cukup jauh tapi kami bersyukur karena warga merasa terbantu, alhamdulillah yang ikut bekerja juga bisa memahami kondisi tersebut dan tidak meminta upah kerja tambahan,” tuturnya mendampingi Kepala Desa Kedunganyar, Supriyanto.
Sementara itu Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) BBWS Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo menegaskan, seluruh pelaksanaan kegiatan P3-TGAI akan dipantau dengan ketat, khususnya di Kabupaten Gresik.
Hal ini dimaksudkan agar tujuan yang akan dicapai oleh program yang melibatkan partisipasi masyarakat tersebut bisa terwujud secara ideal.
“Kami akan pantau dan perketat pelaksanaan P3-TGAI, khususnya di daerah Gresik,” tegas Surendro melalui pesan elektronik Whatsapp, rabu (8/6/2022).
Seperti diketahui, agar pelaksanaan P3-TGAI tahun 2022 sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, pihak BBWS Bengawan Solo telah melaksanakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Tim Pendamping Masyarakat (TPM).
Peran TPM yang menjadi perpanjangan tangan BBWS Bengawan Solo adalah ujung tombak dari pelaksanaan kegiatan P3-TGAI.
Diharapkan, peran strategis TPM itu akan mampu membangkitkan peran masyarakat secara maksimal sesuai sasaran kerja yang ditetapkan. Terutama untuk memacu pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian dan meningkatkan daya beli masyarakat. (Imam)
Editor : Redaksi