suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

DISURUH JUAL EMAS CURIAN SEBANYAK 22 KALI, SENILAI 1 MILIAR, MULYO BUDI SANTOSO BABLAS PENJARA

avatar suara-publik.com
Terdakwa Mulyo Budi Santoso, menjalani sidang agenda saksi korban pemilik perhiasan emas 1 kilogram Maria Terry, diruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online. Foto bawah: Jaksa Penuntut, Anggraeni, dari Kejari Surabaya.
Terdakwa Mulyo Budi Santoso, menjalani sidang agenda saksi korban pemilik perhiasan emas 1 kilogram Maria Terry, diruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online. Foto bawah: Jaksa Penuntut, Anggraeni, dari Kejari Surabaya.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Terdakwa Mulyo Budi Santoso dihadirkan dipersidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraini dari Kejaksaan Negeri Surabaya, dalam perkara Menjual Emas dari hasil Kejahatan yang dilakukan oleh terdakwa GENDRARTO ( berkas terpisah) berat 1 kilogram senilai Rp 1 Miliar, sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Sutarno di ruang Garuda 1 PN. Surabaya.

Sidang kali ini JPU menghadirkan saksi Ir.Maria Terry Endiawati, pemilik Emas dan Terdakwa Gendrarto ( berkas terpisah) tak lain merupakan adik iparnya saksi korban,Kamis(9/6).

Maria Terry Endiawati mengatakan, bahwa terdakwa Mulyo itu disuruh menjualkan emas yang telah dicuri dari Brankas oleh Gendrarto.

"Katanya dijual di depan toko emas di daerah Blauran, Surabaya," kata Maria.

Sementara Gendrarto (berkas terpisah) menyampaikan bahwa, sudah mengambil emas milik Maria Terry, mulai bulan Agustus 2021 hingga ketangkap pada bulan Febuari, kalua gak salah sudah 20 kali.

"Selain dijual emas tersebut juga ada yang digadaikan dan setiap menjualkan emas diberikan upah antara Rp. 100 ribu hingga Rp. 300 ribu," katanya.

Atas keterangan saksi terdakwa tidak membantahnya..

100%100%

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan bahwa terdakwa yang diajak untuk berkerja renovasi Rumah Maria Terry oleh Gendrarto di Jalan Tanjungsari Gang VI, Surabaya.

Bahwa selanjutnya terdakwa pada tanggal 3 Agustus 2021, melihat kunci brankas yang masih menancap dilubang kunci dan pintu brankas dalam keadaan sedikit terbuka selanjutnya saksi Gendrarto mengambil 93 macam perhisan berupa cincin, gelang, giwang, liontin dan kalung dengan keseluruhan 998,35 gram lalu dimasukan dalam kantong plastik.

Kemudian terdakwa atas permintaan Gendrarto telah menjual dan menggadaikan satu persatu perhiasan emas hasil pencurian tersebut dengan cara terdakwa menjual dan menggadaikan perhiasan emas hasil pencurian tersebut dimana setiap menjual dan menggadaikan perhiasan tersebut terdakwa mendapat upah sebesar Rp. 100 ribu hingga Rp. 300 ribu dan uang dari hasil menjual dan menggadaikan perhiasan emas tersebut telah habis digunakan untuk kebutuhan sehari hari

Gundrarto dalam mengambil emas sebanyak kurang lebih 20 kali secara bertahap mulai bulan Agustus 2021 saat terdakwa mulai pertama bekerja merenovasi rumah saksi korban hingga terakhir bulan Januari 2022 yang terdakwa jual didepan toko penjualan perhiasan emas yang terletak di jalan Blauran Surabaya juga ada yang terdakwa gadaikan ditempat pegadaian yang terletak di Jl. Dupak Rukun Surabaya dan di Jl. Pacuan kuda Surabaya dan yang dipegadaian sudah ditebus Gendrarto, dengan meminta bantuan kepada terdakwa Mulyo dan sebagian sudah dijual didepan toko penjualan perhiasan emas Blauran, permintaan Gendrarto.

Bahwa terdakwa saat menjual dan menggadaikan perhiasan emas hasil pencurian tersebut tidak dilengkapi dengan surat atau bukti pembelian perhiasan selanjutnya terdakwa ditangkap petugas Polisi pada hari Jum’at tanggal 18 Februari 2022 sekira pukul 14.00 Wib di Jl. Simo Sidomulyo Gg III No. 17 A Surabaya saat terdakwa pulang dari mencari pekerjaan.

Akibat perbutan terdakwa Maria Terry Endiawati menderita kerugian sekitar 965.494.450 dan terdakwa dikenakan Pasal 480 KUHP.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper