BANYUWANGI, (suarapublik.com) – Ratusan mahasiswa ekonomi Islam se Jawa Timur (Jatim) berkumpul di Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa pekan lalu. Mereka berdiskusi, guna turut berperan serta mendorong akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Tatap muka kaum intelektual ini dikemas dalam kegiatan Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jatim 2022, Forum Silaturahim Study Ekonomi Islam (FoSSEI) Jatim.
Acara yang digelar oleh Kelompok Study Ekonomi Islam (KSEI) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Syariah dan Bisnis Islam (FEBI) IAIDA Blokagung Banyuwangi diikuti 225 perwakilan mahasiswa dari 14 KSEI kampus regional Jatim.
Diantaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah, Jombang, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto.
Kegiatan dengan tema ‘Optimalisasi Penguatan Ekosistem Lembaga Keuangan Syariah Dalam Mendorong Implementasi Keuangan Berkelanjutan Sebagai Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional’ tersebut juga dihadiri Aliful Muhlis, Koordinator FoSSEI Jatim 2021-2022, Muhammad Rijalul Humam, Presidium Nasional FoSSEI dan Iwan, S.Hut, MM, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Iwan, S. Hut, MM, menghimbau kepada pihak akademisi dapat menyiapkan para generasi milenial sebagai generasi bangsa untuk membantu pemerintah dalam menstimulus tercipta nya gerakan ekonomi syariah yang bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur.
"Harapan kami melalui Forum Silahturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) pihak akademisi dapat menyiapkan para generasi milenial sebagai “Agent Of Change” dalam membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menstimulus terciptanya Gerakan ekonomi Syariah yang berkesinambungan sehingga ekonomi Syariah dapat dikenal dan dimanfaatkan secara luas oleh Masyarakat Jawa Timur," Imbuhnya, Jum'at, (17/6/2022).
Selain itu, turut hadir dari beberapa universitas Islam di Jawa Timur, yakni, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo serta Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Probolinggo. Hadir pula perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus umum. Seperti Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Negeri Malang.
Selama acara, dibahas terkait permasalahan ekonomi dimasa pandemi Covid-19. Semua di urai guna menyimpulkan solusi paling efektif guna mendorong akselerasi PEN. Selain itu, juga digelar perlombaan untuk kader KSEI. Diantaranya Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Business Plan dan Olimpiade.
Rektor IAIDA Blokagung Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa'at, Lc., M.E.I menyampaikan, FoSSEI adalah wadah silaturahim tingkat nasional yang mengakomodir mahasiswa pencinta ekonomi Islam.
“Temu Ilmiah Regional Jatim ini merupakan sebuah ajang silaturahmi kader KSEI Se-Jawa Timur yang di dalamnya juga dikemas dengan perlombaan. Tujuannya untuk meningkatkan intelektual kader KSEI dan membangun semangat jiwa kompetisi,” ungkapnya, seperti dilansir timesindonesia.
Anggota Dewan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Blokagung Banyuwangi, yang juga anggota Komisi 1 DPRD Banyuwangi ini menambahkan. Kegiatan serupa diharapkan bisa menjadi contoh mahasiswa lain. Karena sumbangsih kalangan Agent of Change dan Agent of Control, sangat dibutuhkan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah. (Dre/Adv)
Editor : Redaksi