suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

HOBI CURI HP DAN UANG DI KAMAR KOS - KOSAN, RESIDEVIS MINTEN BINTI ASMAT KEMBALI DIADILI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Minten binti Asmat, saat menjalani sidang agenda saksi, siruang Candra PN.Surabaya
Foto: Terdakwa Minten binti Asmat, saat menjalani sidang agenda saksi, siruang Candra PN.Surabaya
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Minten binti Asmat spesialis pencuri dalam kamar kosan, terdakwa kembali disidangkan dalam perkara yang sama, dueung Candra PN.Surabaya, secara online, dipimpin Hakim Ketua Sutrisno.

Pada sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum ) Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya, menghadirkan saksi pemilik kamar kos Sutilah dan saksi Mia dipersidangan.

Sutilah menerangkan kalau dirinya saat itu sedang bekerja, dan kamar kos nya dalam keadaaan terkunci dan di gembok.

" Pintu kamar saya dirusak, masuknya lewat pintu, saya kehilangan 2 HP dan uang di celengan pak hakim,* kata saksi.

Saksi Mia menjelaskan kalau dirinya yang mengetahui, terdakwa keluar dari kamar kosan, 

" Saya melihat dia keluar kamar kos, perempuan pak, kalau saya kejar dan saya tangkap bersama warga," ujar saksi Mia.

Atas keterangan dua saksi tersebut, Minten yang merupakan Residevis spesial pencuri kamar kos, hal tersebut diketahui dari data penelusuran perkara di PN.Surabaya, terdakwa telah dua kali masuk penjara karena mencuri, pertama ditahun 2018 dihukum 7 bulan penjara, yang kedua melakukan pencurian kembali di tahun 2020 dan telah dihukum pula selama 4 bulan penjara. Tampaknya tidak ada penyesalan dari raut wajah terdakwa saat disidangkan kembali.

Perbuatan terdakwa berawal saat dirinya akan meminjam uang ke Ferry (DPO), namun Ferry tidak punya uang, lalu Ferry mengajak kerumah temannya di jalan Kampung seng Surabaya. Ferry miliki rencana akan mencuri uang di kos- kosan dan disetujui oleh terdakwa.

Selanjutnya Ferry (DPO) membuka secara paksa gembok kamar kos jalan kampung seng no.53A milik saksi Sutilah dan saksi Heri, menggunakan obeng, sedangkan terdakwa Minten menunggu dipinggir jalan.

Setelah berhasil membuka kamar, Ferry memberikan obeng kepada terdakwa Minten, selanjutnya Minten yang masuk ke kamar kos dan mengambil barang di dalam lemari berupa 1 HP merk Lenovo dan 1 HP merk Trawberry, 1 buah celengan dari kaleng roti berisi uang 260 ribu, 1 celengan lagi dari kaleng roti juga berisi uang 400 ribu, 1 buah kantong plastik berisi uang pecahan logam 500,dan 1000, dengan total 70 ribu.

Puas mengambil barang barang tersebut, Minten keluar dari kamar kos milik Sutilah dan Heri. Namun perbuatannya diketahui oleh saksi Mia, lalu Mia mengejar terdakwa hingga kepegang, dan ditanyakan kepada terdakwa, namun terdakwa tidak mengakuinya.

Kemudian saksi Mia berteriak “maling…maling…” mengundang para warga, hingga lalu terdakwa ditangkap.

selanjutnya dibawa ke Polsek Simokerto. Atas perbuatan terdakwa, saksi Sutilah mengalami kerugian sebesar Rp. 2.862.000,-.

Perbuatan Para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper