suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

ASIK MABUK - MABUKAN BERAKHIR PENGEROYOKAN, HARIYANTO DAN ANOGARA DITAHAN, TERDAKWA SLAMET BERI KESAKSIAN

avatar suara-publik.com
Foto: Jaksa Fathol saat menyidangkan kedua terdakwa Hariyanto dan Anoraga secara Vidio call, diruang Garuda 1 PN Surabaya, Rabu (29/06/2022).
Foto: Jaksa Fathol saat menyidangkan kedua terdakwa Hariyanto dan Anoraga secara Vidio call, diruang Garuda 1 PN Surabaya, Rabu (29/06/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pengeroyokan terhadap Afif Asyraf Mahardika (24), dimana saat kejadian antara korban dan para pelaku pengeroyokan sedang asik menenggak minuman keras, para terdakwa yakni

Hariyanto alias Komeng, Anogara Bayu Pamungkas, Slamet Agus Fajar ( berkas sendiri), Wahyu (DPO) dan Bagus (DPO).diruang Garuda 1 PN Surabaya, Rabu (29/06/2022).

Dalam dakwaan Jaksa Fathol Rasyid dari Kejari Surabaya, menyatakan para terdakwa telah melakukan tindak pidana "pengeroyokan" “dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama mengunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka - luka“

Sebagimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP. 

Jaksa Fathol dalam agenda sidang dilanjutkan dengan menghadirkan saksi korban Afif Asyraf Mahardika dan juga dihadirkan saksi Slamet Agus Fajar (16) sehingga saat terdakwa Slamet yang tidak ditahan akan memberikan kesaksian, sidang dilakukan tertutup, dan majelis hakim dan JPU melepaskan baju toganya masing masing.

Awalnya pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2022 sekira pukul 02.00 wib. terdakwa Hariyanto bersama Anoraga Bayu, Slamet Agus fajar ( berkas terpisah), Wahyu (DPO), Afif Asyraf Mahardika ( korban) dan Rendi, minum minuman keras di lapangan Taman kunang kunang Penjaringan Sari Rungkut Surabaya.

Disaat asik minum minuman keras sekitar jam 4 dini hari Terdakwa Hariyanto meminjam motor milik Rendi untuk temui temannya.

Pada saat itu para terdakwa dan temannya tersebut sudah dalam keadaan mabuk dan tidak bisa kontrol emosi. Saat Hariyanto meminjam motor Rendy, Rendy menanyakan peminjaman itu kepada korban Afif, sehingga Afif menjawab awakmu opo jare aku lek sepeda motormu ga mbalek arek arek iki tak bone kabeh “ (kamu apa kata saya kalau sepeda motormu tidak kembali anak anak ini saya pukuli semua).

Dengan kata kata tersebut membuat para terdakwa tersinggung kemudian secara bersama sama memukul afif mengenai bahu badan dan wajah, Terdakwa Anoraga memukul kepala sebanyak 4 kali dan menedang badan dua kali.

Slamet Agus Fajar Santoso bin Purwanto memukul 1 kali kena di bahu, Wahyu dan Bagus memukul dan mendang badan dan wajah Afif.

Hariyanto juga tersulut emosi memukul korban Afif di bahu sebanyak 3 kali.

Dan hasil Visium ET Repertum, RS.Bhayangkara, ditemukan luka : Memar pada pelipis kanan, pipi kanan dan kiri, daun telinga kiri dan pada bagian belakang telinga kiri sampai leher kiri, ditemukan luka memar disertai luka lecet pada hidung sisi kiri sampai pipi kiri, dan pada pipi kiri akibat kekerasan tumpul.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper