suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

CURI EMAS 1 KG MILIK KAKAK IPAR SENILAI Rp.1 MILIAR ,GENDRARTO, DIHUKUM 3 TAHUN BUI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Gendrarto menjalani sidang perkara pencurian emas 1 kg, di PN Surabaya secara video call.
Foto: Terdakwa Gendrarto menjalani sidang perkara pencurian emas 1 kg, di PN Surabaya secara video call.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Gendrarto alias Gun Bin Suparman (alm), didakwa melakukan pencurian emas seberat satu kilogram milik korban sekaligus kakak iparnya, Maria Terry Endiawati. Atas perbuatannya itu korban mengalami kerugian total Rp 1 miliar. 

Dalam agenda putusan yang dibacakan ketua majelis hakim, Mengadili Menyatakan Terdakwa : Gendrarto Alias Gun Bin Soeparman (Alm), telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Pencurian”,

Sebagaimana diatur dan diancam dengan pasal 362 KUHPidana.

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan Pidana Penjara selama 3 tahun, Dikurangkan selama dalam penjara, menyatakan terdakwa tetap ditahan.

Menetapkan barang bukti berupa, 1 buah Gelang Emas, 1 buah kalung Emas, 1 buah brankas merk CHUBB Cobra Elite warna silver, 93 buah nota pembelian perhiasan logam mulia berupa emas dan diamond. Digunakan dalam perkara lain.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Anggraeni dari Kejari Surabaya, yang menuntut terdakwa Gendrarto dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan.

Peristiwa pencurian itu sendiri terjadi saat terdakwa bersama istri dan kedua anaknya tinggal di rumah korban yang sedang direnovasi, di Jalan Tanjungsari. Korban ketika itu meninggalkan rumah lantaran sedang bekerja di kota Semarang. 

Kemudian, suatu ketika terdakwa melihat melihat kunci brankas yang masih menancap di lubang kunci dan pintu brankas dalam keadaan sedikit terbuka. Akhirnya timbul niat jahat terdakwa untuk membuka brankas di dalam kamar tersebut tanpa seiijin pemiliknya.

Dari dalam brankas tersebut, terdakwa mengambil 93 macam perhiasan emas berupa cincin, gelang, giwang, liontin dan kalung dengan berat seluruhnya lebih kurang 998,35 gram. Setelah berhasil mengambil perhiasan mas tersebut kemudian terdakwa jual dan digadaikan satu persatu.

Saat melakukan penjualan atau menggadaikan, terdakwa meminta tolong kepada kepada tukang yang meronovasi yakni Mulyo Budi Santoso (berkas terpisah). Setiap menjual dan menggadaikan perhiasan tersebut, terdakwa memberi upah sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

Dari hasil penjualan tersebut, terdakwa memperoleh hasil Rp 200 juta yang diakui telah habis untuk membayar hutang dan menebus perhiasan hasil dari pencurian sebelumnya di pegadaian.

Akhirnya terdakwa ditangkap petugas polisi pada Jum’at (18/2) sekira pukul 16.00, di rumah Jalan Simo Sidomulyo Gg VI No. 49 Surabaya.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper