suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

KEJARI SURABAYA, LAKUKAN PEMUSNAHAN BARANG BUKTI SEBANYAK 12 PERKARA

avatar suara-publik.com
Foto: Pemusnahan barang bukti, Kajari Surabaya didampingi para Kasi dan Kasubbagbin, perwakilan BNN Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Pengadilan Negeri Surabaya, para Jaksa di lingkungan Kejari Surabaya, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Foto: Pemusnahan barang bukti, Kajari Surabaya didampingi para Kasi dan Kasubbagbin, perwakilan BNN Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Pengadilan Negeri Surabaya, para Jaksa di lingkungan Kejari Surabaya, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya melakukan pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap. barang bukti tersebut berupa narkotika, obat terlarang, uang palsu, senjata api, senjata tajam dan handphone, di halaman kantor Kejari Surabaya, Rabu,(13/07/2022).

Hal tersebut guna menghentikan peredaran narkotika dan obat terlarang serta dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2022. Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Danang Suryo Wibowo mengatakan, bahwa barang bukti yang dimusnahkan adalah barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap diantaranya sabu-sabu 1,4 kg, ganja 423 gram, ekstasi 118 gram, pil double L 75.000 butir, pil happy five 1,6 gram, pil ineks 2500 butir, tembakau gorila 5,3 gram, obat keras 112 butir, handphone 213 unit, uang palsu 197 lembar, senjata tajam 5 unit dan senjata api 1 unit.

"Untuk menghentikan peredaran narkotika dan obat terlarang serta barang berbahaya,"kata Danang. Dalam pemusnahan barang bukti tersebut Kajari Surabaya juga didampingi oleh para Kasi dan Kasubbagbin, perwakilan BNN Kota Surabaya, perwakilan Polrestabes Surabaya, perwakilan Pengadilan Negeri Surabaya, para Jaksa di lingkungan Kejari Surabaya, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Menurut Danang, bahwa untuk jumlah barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 12 barang bukti. Sedangkan untuk perkara tersebut mulai tahun 2022 dan untuk pasalnya bermacam-macam tergantung barang bukti tersebut. "Jadi barang bukti ini yang kami musnahkan dan sudah berkekuatan hukum tetap,"ungkapnya.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper