suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

HOBI CURI HP DAN UANG DI KAMAR KOS - KOSAN, RESIDEVIS MINTEN BINTI ASMAT DITUNTUT 7 BULAN BUI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Minten binti Asmat, saat menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Minten binti Asmat, saat menjalani sidang agenda tuntutan JPU, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Minten binti Asmat spesialis pencuri dalam kamar kosan, terdakwa kembali disidangkan dalam perkara yang sama, dueung Candra PN.Surabaya, secara online, dipimpin Hakim Ketua Sutrisno.

Jaksa penuntut umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya,dalam tuntutannya, memohon supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang memeriksa dan mengadili perkara memutuskan: Menyatakan terdakwa Minten bersalah melakukan tindak pidana " Pencurian " Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) Ke-4 dan Ke-5 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 7 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara.

Barang bukti berupa,b- 1 HP Lenovo, 1 HP merk Trawberry

- 1 celengan isi uang Rp26O.000,- 

- 1 Celengan kaleng Monde isi uang Rp400.000,- 

- 1 kantong plastik isi uang logam, pecahan 500 total Rp.51 ribu, pecahan 1000 total 70 ribu, dikembalikan kepada Sutilah.

Perbuatan terdakwa berawal saat dirinya akan meminjam uang ke Ferry (DPO), namun Ferry tidak punya uang, lalu Ferry mengajak kerumah temannya di jalan Kampung seng Surabaya. Ferry miliki rencana akan mencuri uang di kos- kosan dan disetujui oleh terdakwa.

Selanjutnya Ferry (DPO) membuka secara paksa gembok kamar kos jalan kampung seng no.53A milik saksi Sutilah dan saksi Heri, menggunakan obeng, sedangkan terdakwa Minten menunggu dipinggir jalan.

Setelah berhasil membuka kamar, Ferry memberikan obeng kepada terdakwa Minten, selanjutnya Minten yang masuk ke kamar kos dan mengambil barang di dalam lemari berupa 1 HP merk Lenovo dan 1 HP merk Trawberry, 1 buah celengan dari kaleng roti berisi uang 260 ribu, 1 celengan lagi dari kaleng roti juga berisi uang 400 ribu, 1 buah kantong plastik berisi uang pecahan logam 500,dan 1000, dengan total 70 ribu.

Puas mengambil barang barang tersebut, Minten keluar dari kamar kos milik Sutilah dan Heri.Namun perbuatannya diketahui oleh saksi Mia, lalu Mia mengejar terdakwa hingga kepegang, dan ditanyakan kepada terdakwa, namun terdakwa tidak mengakuinya.

Kemudian saksi Mia berteriak “maling…maling…” mengundang para warga, hingga lalu terdakwa ditangkap.

selanjutnya dibawa ke Polsek Simokerto. Atas perbuatan terdakwa, saksi Sutilah mengalami kerugian sebesar Rp. 2.862.000,-.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper