suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

TIPU GURU BESAR FH UNAIR UNTUK INVESTASI PROYEK PASAR SEPANJANG ABAL - ABAL SEBESAR Rp. 15 MILIAR, HANIF PECATAN POLISI DITUNTUT 2 TAHUN BUI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Ahmad Hanif, saat mendengarkan tuntutan JPU, dalam sidang diruang Tirta 1 PN Surabaya, secara online
Foto: Terdakwa Ahmad Hanif, saat mendengarkan tuntutan JPU, dalam sidang diruang Tirta 1 PN Surabaya, secara online
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara penipuan berkedok investasi pengelolaan lahan parkir di Pasar Sepanjang senilai Rp 1,5 miliar berlanjut, dengan terdakwa Ahmad Hanif, diruang Tirta 1 PN Surabaya, secara online.

Agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa Dewi Kusumawati dari Kejari Tanjung Perak,Menyatakan terdakwa Ahmad Hanif bersalah melakukan tindak pidana " Penipuan "

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP seperti dalam Dakwaan kesatu JPU.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 Tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa dilakukan penahanan sampai dengan putusannya.

Menetapkan semua barang bukti tetap Terlampir Dalam Berkas Perkara.

Diketahui sebelumnya, sekitar bulan Januari 2021, saksi Ali Bahrowi mengenalkan Dr Lanny Ramly,SH,MH dengan terdakwa Ahmad Hanif, pertemuan di cafe TOS sepanjang Taman Sidoarjo, I Ketut Budha mengaku sebagai pemilik PT Bangun Persada Nasifunta, yang memenangkan tender proyek pembangunan pasar sepanjang.

Mengajak Dr.Lanny untuk ikut investasi lahan parkir tesebut, dengan syarat memberikan uang 1,5 Miliar .I Ketut menjanjikan Saksi Lanny akan mendapatkan hak olah parkir selama 25 tahun.Dengan bagi hasil (Tripartid( antara saksi Lanny dengan pihak PT. Bangun Persada dan pihak pemerintah Kabupaten Sidoarjo.Dengan pendapatan hasil tetap.

Untuk menyakinkan saksi Lanny agar mau berinvestasi dengan cara antara lain, SPK antara I Ketut Budha dengan tedakwa.

- Menunjukan berita acara pemenangan lelang ditandatangani saksi Nawari.

- Memberikan dokumen RAB.

- gambar rancangan denah.

- Menunjukkan foto SK Bupati tanggal 17 Nopember 2015.

- Surat kuasa dari H.Moch.Nasuchan Iswandi direktur PT. Bangun Persada Nasifinta kepada saksi I ketut Budha.

- Dokumen jadwal waktu pelaksanaan pembangunan 

- Surat pernyataan dari terdakwa Hanif kuasa direksi PT.Enggar Jaya Tehnik, siap mengundurkan diri dari proyek pasar sepanjang Sidoarjo.

Selanjutnya saksi Dr Lanny Ramli memberikan uang kepada terdakwa dengan jumlah Rp. 1.5 Miliar.

Yang dibayar secara bertahap ke rekening BCA an.Ahmad Hanif ( terdakwa).

 Bahwa saksi Dr.Lanny Ramli setelah memberikan uang kepada terdakwa Hanif dan saksi I Ketut Budha untuk pembangunan proyek, namun sampai sekarang proyek tersebut tidak pernah terealisasi.Uang tersebut tidak dipakai untuk membangun proyek oleh terdakwa.

Akibat perbuatan terdakwa dan saksi I ketut Budha ( berkas terpisah), mengakibatkan kerugian sebesar Rp.15 Miliar.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper