suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kedapatan Bawa Clurit Saat Dicegat Polisi, Novan Eko Prasetyo Divonis 10 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Novan Eko Prasetya saat menjalani sidang agenda putusan di Ruang Garuda 1, PN Surabaya.secara online.
Foto: Terdakwa Novan Eko Prasetya saat menjalani sidang agenda putusan di Ruang Garuda 1, PN Surabaya.secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Sudar, memutus pidana penjara 10 bulan pada terdakwa Novan Eko Prasetyo. Hal tersebut disampaikan saat sidang secara online di Ruang Garuda 1 PN Surabaya.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Novan Eko Prasetyo dengan pidana penjara selama 10 bulan," kata Sudar saat membacakan amar putusan di Ruang Garuda, PN Surabaya, Rabu (27/7/2922).

Meski kekeh merasa tak bersalah, namun Novan mengamininya. Ia menerima putusan yang disampaikan hakim di hadapan JPU, Siska Christina.

"Saya terima pak," ujarnya.

Sebelum diputus bersalah dan dihukum penjara, kasus itu bermula pada Sabtu (2/4/2022) dini hari sekitar pukul 24.00 WIB. Saat itu, terdakwa berada di parkiran sepeda motor Bungurasih.

Di sana, ia bertemu dengan rekannya, Anak Pratama Gading, Febri, dan Naufal. Lalu, mereka sepakat pergi ke daerah Bendul Merisi, Surabaya untuk pesta minuman keras (miras).

Namun, sebelum berangkat, terdakwa langsung mengambil 1 buah senjata tajam jenis celurit. Sajam itu ia simpan di motor saat berada di tempat parkir. 

Kemudian, terdakwa dan sejumlah rekannya berangkat mengendarai sepeda motor. Saat itu, terdakwa berboncengan dengan Anak Pratama Gading. Usai pesta miras, sepeda motor keduanya mogok karena kehabisan BBM. Lalu, mereka menuntun sepeda motor.

Dalam perjalanan, keduanya dicegat oleh sejumlah petugas kepolisian berseragam lengkap yang tengah melakukan patroli. Saking paniknya, terdakwa tak sengaja menjatuhkan celurit ia apit diantara stang sepeda motor dan jok menggunakan kedua kakinya.

Selanjutnya, petugas menginterogasi Novan. Seketika itu pula, petugas langsung mengamankan Novan beserta barang bukti 1 buah senjata tajam jenis celurit.

Akibat hal tersebut, Novan diancam pidana sesuai Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Mengubah "Ordonnaietijdlijke Bijzondere Strafbepalingen" (STBL.1948 Nomor 17) dan UU RI Dahulu Nomor 8 Tahun 1948.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper