suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

HOBI CURI HP DAN UANG DI KAMAR KOS - KOSAN, RESIDEVIS MINTEN BINTI ASMAT DIHUKUM LAGI 6 BULAN BUI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Minten binti Asmat , menjalani sidang agenda putusan hakim, disiang Candra PN Surabaya, secara online, Kamis (28/07/2022).
Foto: Terdakwa Minten binti Asmat , menjalani sidang agenda putusan hakim, disiang Candra PN Surabaya, secara online, Kamis (28/07/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Sutrisno menjatuhkan pidana penjara 6 bulan pada terdakwa Minten Bin Asmat. Hal tersebut dilakukan usai aksinya mencuri terbongkar saat sidang di Ruang Candra.

"Menimbang bahwa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) Ke-4 dan Ke-5 KUHP. Mengadili, menyatakan terdakwa menjalani hukuman pidana penjara selama 6 bulan," kata Sutrisno saat membacakan amar putusan, Kamis (28/07/2022).

Dalam sidang yang digelar secara online itu, Minten mengamininya. Ia mengaku menerima vonis setengah tahun yang dijatuhkan padanya.

"Baik, terima yang mulia," ujarnya.

Perkara Minten bermula ketika ia meminjam uang kepada rekannya bernama Fery (DPO). Namun, Fery mengaku tidak memiliki uang.

Lalu, Fery mengajak terdakwa pergi ke rumah rekannya yang lain di Jalan Kampung Seng Surabaya. Di sana, keduanya berencana untuk mengambil uang di kos-kosan milik rekannya bernama Sutilah dan Heri.

Sesampainya di lokasi, terdakwa dan Fery tak menemui Sutilah. Namun, keduanya malah nekat membuka paksa gembok kamar kos tersebut. Bahkan, keduanya telah mempersiapkan aksinya lantaran membawa obeng.

Setelah pintu terbuka, Fery memberikan obeng itu pada terdakwa. Lalu, keduanya masuk ke dalam kamar kos tersebut dan mengambil barang di dalam lemari berupa.

Keduanya lantas menggasak 2 buah smartphone, 2 buah celengan dari berisi uang Rp 260.000 dan Rp400.000, hingga sebuah kantung plastik isi uang logam Rp 120.000.

Pasca mengambil barang-barang tersebut, terdakwa dan Fery keluar dari kamar kos. Sayangnya, aksi keduanya tak berjalan mulus. Sebab, diketahui tetangganya bernama Mia.

Mia lantas berteriak Maling dan meminta tolong warga. Kemudian, Mia bersama warga mengejar terdakwa dan Fery hingga Jalan Kampung Seng Surabaya.

Saat tertangkap, Minten diinterogasi. Namun, ia tidak mengakui. Selanjutnya, Minten dibawa ke Polsek Simokerto. Sementara rekannya, Fery, telah kabur terlebih dulu.

Dalam pemeriksaan, Minten mengaku hasil jarahan tersebut bakal dibagi berdua bersama Fery. "Kalau kamu terima, hukuman kamu berarti kurang 1 bulan saja," tutupnya.

Sementara itu, saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Deddy Arisandi, yakni Sutilah juga menyampaikan hal senada. Sutilah menyatakan, akibat ulah terdakwa ia merugi hingga Rp 2.6 juta.

Berdasarkan data yang diperoleh detikJatim dari SIPP PN Surabaya menyebutkan, Minten melakukan aksinya bukan yang pertama kali. Sebab, ia merupakan residivis spesial pencuri kamar kos. Dalam data perkara dari SIPP, terdakwa sudah 2 kali masuk penjara karena mencuri.

Yang pertama, Minten mencuri di tahun 2018. Kala itu, ia dihukum 7 bulan penjara. Sementara, pada perkara ke 2, ia melakukan di tahun 2020 dan dipidana 4 bulan penjara.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper