suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

BUAT KONTEN MEDSOS DENGAN CELURIT DAN PARANG, SEKALIAN BUAT BEGAL HP. NANDA BAYU DAN ADE PUTRA DITUNTUT 12 BULAN BUI

avatar suara-publik.com
Foto: Dari kiri, Nanda Bayu, Ade Putra, menjalani sidang agenda tuntutan jaksa, di ruang Tirta 1 PN Surabaya, secara online.
Foto: Dari kiri, Nanda Bayu, Ade Putra, menjalani sidang agenda tuntutan jaksa, di ruang Tirta 1 PN Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Nanda Bayu Rizkiyanto bin Totok Sularto, dan terdakwa Ade Putra Rafandi bin Mansoer Afandi, nekat membawa senjata tajam (Sajam) saat melintas di Jalan Ir Soekarno alias MERR. Saat ditangkap, keduanya berdalih untuk membuat konten media sosial. Namun, di persidangan senjata tajam tersebut diakui Ade untuk melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas).

Sidang dengan agenda tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mosleh Rahman, dari Kejari Surabaya, Menyatakan terdakwa Nanda Bayu dan terdakwa Ade Putra Rafandi, bersalah melakukan tindak pidana “membawa senjata penikam atau penusuk” 

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951

Menjatuhkan pidana terhadap kedua terdakwa berupa Pidana Penjara selama 1 Tahun dikurangi selama terdakwa didalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan.  

Menetapkan barang bukti, Sebilah sejata tajam jenis Pisau beserta sarungnya, dirampas untuk dimusnahkan.     

Hakim Khusaini menunda sidang dengan agenda putusan majelis hakim.

Hal itu terungkap saat kedua terdakwa menjalani persidangan, di ruang sidang Tirta l Pengadilan Negeri Surabaya. Tak hanya mereka, satu orang lagi temannya Defri Sirangga juga turut disidangkan dalam berkas penuntutan terpisah.

Diketahui sebelumnya, perbuatan para terdakwa bermula pada Selasa (1/3) sekira pukul 22.00 WIB berboncengan tiga mengendarai motor di Jalan Ir Soekarno. Terdakwa Nanda saat itu bertindak sebagai jokinya. 

Sesampainya di Jalan Wonorejo, ketiganya lalu berhenti di depan sebuah warung. Selanjutnya Defri dan Ade turun dari motornya, sedangkan Nanda duduk diatas motornya. Tidak lama kemudian terdakwa melihat Defri berbincang-bincang dengan pemilik warung sambil mengeluarkan clurit dari dalam tasnya.

Sementara Ade juga mengeluarkan senjata tajam jenis parang dari balik jaketnya sehingga pemilik warung ketakutan dan melarikan diri. Kemudian ketiganya meninggalkan tempat tersebut. Saat berada di Jalan Bogen II Surabaya, para terdakwa diberhentikan oleh Petugas Reskrim Polsek Sukolilo.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) Undang – Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper