suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

SABETKAN CLURIT BERKALI - KALI HINGGA TEWAS, KETUBUH SELINGKUHAN ISTRINYA, ABDUL WAHED DIHUKUM 7 TAHUN BUI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Abdul Wahed mendengarkan putusan hakim, di ruang Candra PN Surabaya, secara Senin (01/08/2022).
Foto: Terdakwa Abdul Wahed mendengarkan putusan hakim, di ruang Candra PN Surabaya, secara Senin (01/08/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Terdakwa pembunuhan, Abdul Wahed, menjalani sidang kembali di PN Surabaya. Sidang dengan agenda putusan itu diikuti secara online di ruang Candra PN Surabaya.

Di hadapan ketua majelis hakim, Wahed termenung dan sesekali menempelkan speaker mini ke telinganya saat sidang tersebut. terdengar helaan nafas panjang usai Abdul Wahid mendengar putusannya.

"Mengadili, menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. Menjatuhkan terdakwa pidana 7 tahun penjara," kata Sutrisno saat membacakan amar putusan di ruang Candra, PN Surabaya. Senin (01/08/2022).

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hasan Efendi mengaku terima dengan putusan tersebut. Sedangkan, penasihat hukum terdakwa, Dwi Nopianto mengaku lega. Ia mengaku juga menerima putusan itu.

"Dari tuntutan (JPU) 10 tahun, diputus 7 tahun, kami terima putusan itu. Rencananya, besok saya akan ke Medaeng (Rutan Klas 1 Surabaya) untuk berkomunikasi dengan klien saya (Abd.Wahed) dan keluarga," ujarnya.

Sebelumnya, terdakwa mengakui perbuatannya murni karena emosi. Bahkan, membenarkan bila istrinya dihamili dan dijanjikan bakal dinikahi oleh korbannya. 

Kasus pembunuhan berawal pada tanggal 16 Juni 2021, terdakwa keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP). Lalu, ia pulang ke rumahnya yang berada di Dusun Malakah, Desa Kumis, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura.

Sesampainya di rumah, ia bertemu dan disambut istrinya, Maimunah. Namun, ia terkejut ketika Desember 2021, istrinya akan melahirkan.

Terdakwa langsung mencurigai kandungan istrinya yang sudah berumur 6 bulan. Sebab, ia mengaku baru 3 bulan terbebas dari penjara.

Saat ditanya, Maimuna mengaku telah berkenalan dengan korban melalui facebook. Pada Desember 2020, istrinya mengaku sekali bertemu. Menurut pengakuannya, ia bertemu di sebuah warung kopi di kawasan Suramadu, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. 

Lambat laun, istrinya dan korban memiliki kemistri. Lalu, terjalin asmara diantara keduanya.

Selanjutnya, mereka memutuskan untuk melanjutkan hubungan lebih intim, layaknya suami istri. Kemudian, keduanya melakukan hubungan badan hingga 3 kali di sebuah hotel di kawasan Kenjeran, Surabaya.

Ketika terdakwa mengetahui kisah tersebut, pada Minggu (19/12/2021) silam, terdakwa duduk kawasan Bibis, Surabaya bersama rekannya yang kini DPO berinisial S menunggu korban melintas.

Saat korban mengendarai motor Yamaha Jupiter warna hitam hijau dengan nopol L 3810 MU, terdakwa langsung naik pitam. Seketika, ia dan S membuntuti korban hingga di Simpang 3, Jalan Stasiun Kota, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, terdakwa yang telah membawa celurit langsung membacokkan tangan kanan dengan menggunakan tangan kanan korban.

Korban yang terkejut, langsung berhenti dan turun dari motornya. Lalu, korban yang terluka langsung berlari dan berteriak minta tolong.

Terdakwa pun mengejarnya, ketika korban tersungkur, terdakwa kembali menyabet celurit ke arah korban. Mengetahui korban terkapar dipenuhi darah, terdakwa dan S langsung melarikan diri.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper