suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tipu Daya OB Kampus, Paksa Kawin Siri Dan Aniaya Mahasiswi, Suhaimi Hanya Dituntut 1 Tahun

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Suhaimi clening service di kampus ternama, sidang agenda tuntutan jaksa, diruang Candra PN.Surabaya, Senin (08/08/2022).
Foto: Terdakwa Suhaimi clening service di kampus ternama, sidang agenda tuntutan jaksa, diruang Candra PN.Surabaya, Senin (08/08/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Suhaimi mengenal TA, mahasiswi universitas ternama di Surabaya melalui aplikasi pertemanan. Dia awalnya mengajak bertemu untuk nongkrong di kafe. Namun, Suhaimi justru membawa perempuan itu ke rumahnya. Di sana, TA dipaksa nikah siri hingga dianiaya agar mau diajak berhubungan badan dan tidak boleh pulang.

Dalam agenda tuntutan Jaksa penuntut umum Nur Laila dari Kejati Jatim, Senin (08/08/2022), menyatakan terdakwa Suhaimi telah melakukan tindak pidana "melakukan penganiayaan yang mengakibatkan saksi saksi TA luka" Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun, dikurangkan seluruhnya selama dalam tahanan, menyatakan terdakwa tetap ditahan.

Hakim ketua Sutrisno menunda sidang pada Senin pekan depan dengan agenda putusan.

Diketahui, setelah kenal di dunia maya, Suhaimi yang bekerja sebagai cleaning service di universitas tersebut mendatangi TA saat berkegiatan di kampus. Suhaimi mengajak TA nongkrong di bawah Jembatan Suramadu, tetapi ditolak.

Namun, Suhaimi tidak menyerah. Dia yang diam-diam mendapat nomor WhatsApp TA mengirim pesan singkat ajakan untuk bertemu lagi. TA yang penasaran bertanya dari mana Suhaimi mendapatkan nomor WhatsApp-nya. Suhaimi tidak mengaku. Setelah terus dikirimi pesan singkat, beberapa pekan kemudian TA menerima ajakan nongkrong di kafe kawasan Bratang.

TA dijemput menggunakan mobil. Namun, dalam perjalanan, mobil yang dikendarai Suhaimi tidak mengarah ke Bratang, tetapi terus melaju ke arah Madura. Suhaimi mengaku akan mengajak TA nongkrong di bawah Jembatan Suramadu saat perempuan yang baru dikenalnya tersebut menanyakannya. 

Namun, mobil terus melaju melintasi Jembatan hingga masuk wilayah Madura. Saat ditanya lagi, Suhaimi mengatakan akan mengajak nongkrong di kawasan kampus di Bangkalan. Namun, Suhaimi kembali berbohong. Saksi korban malah dibawa ke rumahnya di Bangkalan.

Suhaimi memaksa nikah siri. Setelah itu, TA dianiaya agar mau diajak berhubungan badan. Suhaimi kemudian mengajak TA untuk tinggal di rumahnya yang di Surabaya, tepatnya di Jalan Hangtuah. Di situ, TA juga dianiaya hingga terluka dan trauma. Penganiayaan tersebut baru berakhir saat keesokan harinya Bibi Suhaimi datang ke rumah tersebut saat keponakannya tidak ada di rumah. 

Kesempatan itu digunakan TA untuk menceritakan semuanya. Bibi Suhaimi yang simpati lantas memulangkan TA dengan ojek online. 

Dalam hasil visum, dengan kesimpulan ditemukan luka memar pada lengan, paha, dan punggung kiri karena bersentuhan dengan benda tumpul.

Luka tersebut menimbulkan penyakit atau halangan dalam melakukan pekerjaan, jabatan, atau mata pencaharian.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper