suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sediakan 90 Butir Pil Koplo Pada Pelanggan Setia, Bagas Kara Dijebloskan ke Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Muhamad Bagas Kara, menjalani sidang agenda dakaaan, saksi dan pemeriksaan terdakwa diruang Candra PN.Surabaya.
Foto: Terdakwa Muhamad Bagas Kara, menjalani sidang agenda dakaaan, saksi dan pemeriksaan terdakwa diruang Candra PN.Surabaya.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penyalahgunaan obat keras jenis tablet berlogo LL yang diedarkan tanpa ada izin sebanyak 90 butir, dengan terdakwa Muhamad Bagas Kara bin Wintoyo, diruang Candra PN.Surabaya.

 Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herlambang Adhi Nugroho,dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan bahwa telah melakukan tindak pidana ”dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki Perizinan Berusaha, tidak memiliki izin mengedarkan."

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 60 angka 10 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Saat saksi Dimas Rizky Putra anggota polisi yang menangkap terdakwa bersama tim pada hari Selasa 10 Mei 2022, dalam pasar Pagesangan, lalu Terdakwa dikeler kerumahnya, ditemukan 1 dos kotak HP berisi 9 klip palstik kecil berisi 10 pil masing- masing plastik klip.

" Kami temukan 9 plastik kecil, setiap klip berisi 10 pil berlogo LL, yang dijual 25 ribu/per klip nya.Diakui membeli 200 ribu dari Jambul masih DPO yang mulia, " kata saksi.

Terhadap saksi dari penangkap polri, Terdakwa membenarkan, juga mengaku menyesal atas perbuatannya ucap buruh pabrik tersebut. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan JPU.

Diketahui sebelumnya , Pada tanggal 09 Mei 2022 sekira pukul 22.00 Wib terdakwa Muhamad Bagas Kara mendatangi rumah Jambul (DPO) di jalan Kebonsari gang Sejati/1 Jambangan Surabaya.

Setelah bertemu Jambul, terdakwa berniat membeli obat keras jenis tablet berlogo LL sebanyak 100 butir.Lalu jambul mengambil pesanan terdakwa dalam rumah dan menyerahkannya, namun hanya sisa 90 butir, dengan harga 200 ribu.

Selanjutnya terdakwa pulang kerumahnya jalan Pasar Pagesangan Blok R/4 Jambangan Surabaya. Dan pil logo LL tersebut dibagi menjadi 9 klip plastik kecil, yang masing-masing plastik berjumlah 10 butir, dijual dengan harga 25 ribu.

Selanjutnya saksi Taufan Syahril dan saksi Dimas Rizky Putra anggota Polisi, setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di dalam pasar Pagesangan Blok R/4, terdakwa menjual obat keras Logo LL tanpa izin, melakukan penangkapan dan penggeledahan dirumahnya, ditemukan 1 dus tempat handphone didalamnya terdapat : 9 klip plastik kecil dengan masing – masing klip berisi @ 10 butir, total 90 butir.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper