suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pukul Korbannya Hingga Memar Gegara Parkir, Loka Chandra Diadili

avatar suara-publik.com
Foto:Terdakwa Loka Chandra, tidak ditahan, menjalani sidang agenda saksi.di ruang Kartika PN.Surabaya, Senin (22/08/202).
Foto:Terdakwa Loka Chandra, tidak ditahan, menjalani sidang agenda saksi.di ruang Kartika PN.Surabaya, Senin (22/08/202).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang lanjutan perkara penganiayaan terhadap korbannya dr. Eric Kurniawan, dengan terdakwa Loka Chandra, dengan agenda keterangan saksi saptam Ruko Sentral Tamab Gapura Surabaya, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Senin, (22/08/2022).

Saksi Dwi Fatqul mengatakan bahwa, terkait perkara ini, sebenarnya dirinya tidak tahu, karana saat kejadian pemukulan tidak melihatnya, karena saat saksi datang kejadian sudah selesai, namun setelah kejadian tersebut sempat melihat korban dan terdakwa di lokasi 

"Sempat melihat mukanya korban merah-merah seperti orang lagi marah dan korban sempat bilang kalau di pukuli oleh terdakwa (Loka)," kata Dwi saat memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim di ruang kartika PN Surabaya.

Saat disinggung apa yang menjadi masalah sehingga terjadi permasalahan ini, Dwi menjelaskan bahwa, setelah kejadian tersebut dr. Eric pernah mengeluh terkait masalah parkiran, saat itu dr. Erik yang hendak parkir mobilnya, ternyata ada mobil yang sudah ada costumer dari tokonya Loka Candra. Kemudian dr. Erik parkir tepat di belakang mobil costumer dan keduanya (loka dan Erik) merupakan tetanggaan, rumahnya berdampingan.

"Kalau dari informasinya masalah parkiran yang mulia,"jelasnya.

Atas keterangan saksi terdakwa menyatakan tidak keberatan.

"Iya benar yang mulia,"kata terdakwa Loka tanpa mengunakan rompi tahanan.

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diah Ratri Hapsari dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya bahwa, pada hari Rabu, 29 Desember 2021, sekitar pukul 13.00 WIB saksi Eric Kurniawan datang ke ruko Saksi yang berada di Ruko Sentra Taman Gapura H-23 Surabaya, 

Kemudian Saksi melihat di depan rukonya terparkir kendaraan milik pelanggan rumah makan yang berlokasi di sebelah ruko Saksi yang mengakibatkan Saksi tidak bisa masuk ke dalam rukonya.

Kemudian Saksi mendatangi terdakwa sebagai pemilik rumah makan untuk meminta pelanggannya memindahkan kendaraan yang menghalangi di depan rukonya, namun Saksi mendapat jawaban “parkir untuk umum”, mendapat jawaban seperti itu kemudian Saksi memarkir kendaraannya di depan ruko tempat rumah makan tersebut, kemudian ketika Saksi sudah memasuki ruko miliknya tiba-tiba terdakwa mendatangi Saksi dan Saksi mengatakan “apa?” selanjutnya terdakwa merasa emosi karena merasa ditantang, 

Kemudian terdakwa langsung memukul dengan menggunakan tangan kanan terdakwa yang dalam keadaan mengepal mengarah ke kepala Saksi Eric Kurniawan hingga mengakibatkan kacamata Saksi Eric terjatuh, lalu terdakwa memukul Saksi Eric lagi sebanyak 2(dua) kali mengenai kepala.

Kemudian terdakwa kembali memukul Saksi Eric beberapa kali, yang sempat dilerai oleh orang-orang di sekitar, namun kemudian terdakwa mengambil satu buah alat pel yang terletak di depan ruko milik Saksi Eric Kurniawan dan memukulkan gagang alat pel ke lengan tangan Saksi Eric Kurniawan.

Bahwa atas kejadian pemukulan oleh terdakwa tersebut, Saksi Eric Kurniawan mengalami luka dibagian kepala sebelah kiri, dibelakang telinga, lengan kiri lebam, dan Saksi Eric Kurniawan merasa sakit kepala hingga sempat dirawat inap di Rumah Sakit PHC Surabaya selama dua hari.

Bahwa berdasarkan Visum Et Repertum RS.PHC Surabaya, Hasil Pemeriksaan Luar : ditemukan 

2 luka lecet di belakang telinga sebelah kanan disertai kemerahan di daun telinga,

2 luka lecet berbentuk titik di belakang telinga sebelah kiri dengan kemerahan pada daun telinga, disertai luka memar pada bagian lengan atas tangan sebelah kiri; didapatkan keluhan nyeri kepala tanpa ditemukan tanda kekerasan. Kesimpulan : Kelainan tersebut diatas akibat kekerasan Tumpul.

Atas perbuatannya JPU Diah Ratri Hapsari mendakwa dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper