suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tantang Berkelahi Sambil Acungkan Pisau, Riki Aditya Dihukum 5 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Riki Aditya Putra, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Garuda 1 PN Surabaya, Selasa (30/08/2022).
Foto: Terdakwa Riki Aditya Putra, menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Garuda 1 PN Surabaya, Selasa (30/08/2022).
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Sudar menjatuhkan pidana penjara selama 5 bulan kepada terdakwa Riki Aditya Putra. Sebab, ia telah mengancam korbannya menggunakan pisau, meski belum sempat melukai.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Riki Aditya Putra Bin Choiri terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam," kata Sudar saat membacakan amar putusan di Ruang Garuda 1 PN Surabaya. Selasa (30/08/2022).

Mendengar putusan itu, Riki lantas meminta keringanan. Padahal, pidana tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sulfikar selama 7 bulan penjara.

"Mohon keringanan yang mulia," jawab Riki, lirih.

Jaksa Sulfikar dan hakim Sudar menjawab bersautan. Ia menyebut vonis itu sudah lebih ringan 2 bulan dari tuntutan Jaksa.

"itu sudah diringankan hukumannya," ujarnya.

Lantas, Riki pun mengamininya. Ia mengaku menerima vonis itu.

"Baik, saya terima yang mulia," ujarnya.

Perkara itu bermula pada hari Kamis (26/5/2022) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Riki berada di Jalan Demak, tepatnya di Belakang Bozem, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

Saat itu, Riki mendatangi rumah ibu kandungnya bersama istrinya, Juwita Anggraeni. Di sana, ia bertemu dengan kakak tirinya, Anas Fachrudin.

Saat berada di sana, Anas mematikan kipas angin dan lemari es ketika Riki memasuki rumah ibunya. Tiba-tiba, Riki dan Anas terlibat perselisihan.

Sontak, Riki emosi. Lalu, ia mengambil pisau yang ada dalam warung, tepatnya di bawah meja depan rumah ibunya. Riki lalu mempergunakannya untuk menantang berkelahi Anas. Saat itu pula, Riki mengacung-acungkan pisau itu ke arah Anas.

Tak meladeni perbuatan Riki, Anas lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Krembangan. Selanjutnya, ia ditangkap usai aksinya tanpa hak menguasai, membawa, dan menyalahgunakan pisau itu untuk menantang berkelahi dan hendak menikam Anas.

Riki pun diancam dengan pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper