suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tanpa Diketahui Pacar dan Orang Tua, Prilly Buang Bayinya di Selokan, Kini Dituntut 6 Tahun Penjara

avatar suara-publik.com
foto: jaksa suwarti saat menyidangkan terdakwa prilly dwi enggar laksono, dengan agenda tuntutan, secara video call di ruang tirta 1 pn surabaya, senin (05/09/2022).
foto: jaksa suwarti saat menyidangkan terdakwa prilly dwi enggar laksono, dengan agenda tuntutan, secara video call di ruang tirta 1 pn surabaya, senin (05/09/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Prilly Dwi Enggar Laksono membuang bayi hasil hubungan asmaranya dengan kekasihnya, Abdullo di selokan belakang rumahnya Jalan Jemur Ngawinan. Jasad bayi yang tak lain anak kandung perempuan 23 tahun itu ditemukan tetangganya, Ari Wahyudi yang kemudian melaporkan ke polisi.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) Suwarti dari Kejari Surabaya, Menyatakan terdakwa Prilly Dwi Enggar Laksono, 

melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan atau penganiayaan terhadap anak mengakibatkan mati yang dilakukan oleh orang tuanya.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 80 ayat (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak inbogalmone telah diubah menjadi UU RI Nomor 17 Tahun 2016. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan penjara selama 6 tahun penjara, denda 5 juta dan subsider 2 bulan.Dikurangi selama terdakwa ditahan, menyatakan terdakwa tetap dalam tahanan " kata Suwarti, di ruang Tirta 1 PN.Surabaya, Senin,(05/09/2022).

Terhadap tuntutan JPU, terdakwa Prilly melalui Pengacaranya memohon kepada majelis hakim memberikan hukuman seringan ringannya.

Hakim ketua Khusaini menunda sidang pada Senin pekan depan dengan agenda putusan.

Diketahui, selama berpacaran dengan Abdullo, Prilly kerap berhubungan badan dengan kekasihnya itu sejak September tahun lalu hingga Maret di hotel. Hingga akhirnya terdakwa Prilly hamil.

Terdakwa sengaja tidak memberitahukan kehamilannya kepada kekasihnya maupun keluarganya meski telah menginjak usia sembilan bulan.

Hingga pada 7 Juni lalu terdakwa melahirkan di kamar mandi rumahnya tanpa diketahui keluarganya. Saat bayi yang baru lahir menangis, terdakwa berpikir untuk membuangnya.

Bayi yang baru saja dilahirkan itu segera diangkat menggunakan kedua tangannya. Terdakwa kemudian membuang bayi yang masih hidup itu ke dalam sungai yang ada di belakang rumah terdakwa. Keesokan harinya, Ari Wahyudi, tetangga Prilly melihat jasad bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih ada pusarnya mengambang di air dalam keadaan meninggal dunia.

Ari lantas melaporkan temannya itu ke ketua RT dan Polsek Wonocolo. Berdasarkan hasil penyelidikan terungkap bahwa jasad bayi itu anak kandung Prilly, yang telah tega melakukan kekejaman terhadap bayinya mengakibatkan bayi meninggal dunia.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper