suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gasak Rp. 345 Juta Uang Nenek TININGRUM, Koesoema Dewi Hanya Dituntut 6 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Saksi korban Nenek Tiningrum Tjandra, didampingi anaknya saat memberikan keterangan dipersidangan.
Foto: Saksi korban Nenek Tiningrum Tjandra, didampingi anaknya saat memberikan keterangan dipersidangan.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penggelapan dengan tipu daya sehingga Tiningrum Tjandra mau mendepositokan uangnya sebesar Rp.345 Juta, namun saat jatuh tempo pengambilan digasak oleh terdakwa Koesoemo Dewi Raharjo, untuk kepentingan pribadinya, diruang Kartika 2, PN.Surabaya.Rabu (14/09/2022).

Dalam agenda tuntutan yang dibacakan oleh JPU Dzulkifly Nento, pengganti JPU Darwis dari Kejari Surabaya,

Sebelum membacakan tuntutannya, Jaksa Dzulkifly menyampaikan yang meringankan, terdakwa Koesoemo Dewi Raharjo mengakui perbuatannya, dan telah mengembalikan uang korban sebesar Rp.345 juta.

Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana " penggelapan"

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 6 bulan, dikurangkan selama dalam tahanan, menyatakan terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti seluruhnya, tetap terlampir dalam berkas perkara.

Sidang oleh Hakim ketua Gunawan dilanjutkan Rabu pekan depan, dengan agenda pembelaan.

Saat korban nenek Tiningrum Tjandra menjadi saksi dipersidangan, dari terdakwa Koesoemo Dewi Raharjo melalui kuasa hukumnya, akan mengembalikan uang milik korban sebesar Rp.345 juta, namun korban nenek Tiningrum juga

mempermasalahkan dan menuntut kembalinya rumah miliknya yang juga telah digadaikan oleh terdakwa.

 "Ya mau pak, tapi saya juga menuntut untuk rumah saya," ucap saksi Tiningrum.

Diketahui sebelumnya, pada tahun 2012 terdakwa Dewi menawarkan saksi Tiningrum Tjandra agar membuka rekening deposito berjangka di Bank BCA , untuk mendapatkan bunga yang lebih besar, atas nama Tiningrum sendiri.

Selanjutnya tanggal 30 November 2012 saksi Tiningrum yang saat itu sulit berjalan normal pergi ke bank BCA Ambengan Surabaya diantar terdakwa Dewi, untuk membuka deposito berjangka.

Sampai di Bank saksi Tiningrum membuka rekening deposito berjangka, tanpa sepengetahuan saksi Tiningrum, rekening tersebut diatas namakan terdakwa Koesoemo Dewi Raharjo, dengan nilai Rp.345 Juta.

Dalam slip deposito berjangka tanggal 30 November 2012, jangka waktu tiga bulan.

Saat jatuh tempo tanggal 31 Januari 2013, uang deposito berjangka tanpa sepengetahuan saksi Tiningrum dicairkan oleh terdakwa Dewi ke rekening BCA pribadinya, yang dipergunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi Tiningrum Tjandra mengalami kerugian sebesar Rp. 345.000.000,-.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper