suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dokumen Kepabeanan Ekspor Kerupuk, Digrebek Ternyata Kontainer Berisi Sirip Hiu, Ucok Diadili

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Karimullahalias Ucok, menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, diruang Garuda 1 PN, secara online, Senin (19/09/2022).
Foto: Terdakwa Karimullahalias Ucok, menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, diruang Garuda 1 PN, secara online, Senin (19/09/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang lanjutan dengan perkara pengiriman sirip ikan hiu dan tripang ke Hongkong yang tidak sesuai dengan dokumen Kepabean, dengan terdakwa Karimullah bin Abd.Muin Nasution alias Ucok, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, diruang Garuda 1 PN Surabaya, dipimpin hakim ketua Suswanti,. Senin (19/09/2022).

Jaksa penuntut Umum (JPU) Fadil dari Kejari Tanjung Perak ,menghadirkan Puji Mulyo Herlina alias Lina pegawai PT Ajang Logistik, saksi Adel Putra Nasution staf Gateway Conter Line untuk Perusahaan freight Forwading atau EMKL dan Maulana Dimas Yusuf.

Lina mengatakan, terdakwa Karimullah adalah suaminya, saat itu terdakwa, saat itu terdakwa meminjam PT. Ajang Logistik melalui CV Wahyu Widodo untuk digunakan sebagai Pengirim dan meminta bantuan Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) untuk proses pengurusan Proses Ekspor dengan dalih, terdakwa akan mengirim barang berupa White Crackers (kerupuk).

"Untuk dokumennya, saya tidak membacanya, langsung dikirim ke Dimas," kata Lina.

Lanjut pemeriksaan saksi Adel Putra mengatakan bahwa, saat itu dirinya yang menghubungi terdakwa yang merupakan Ayah kandungnya untuk meminta job dan membantu mengisi muatan (Cargo) dan untuk dimintakan booking Slot dengan menyerahkan kepada Bea dan Cukai melalui modul PPJK.

PT. Ajang Logistik pada tanggal 02 Juni 2022 dan mendapatkan Respon Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) CV. Wahyu Widodo dengan PEB nomor 093358 tanggal 02 Juni 2022 dengan jenis barang White Crackers dan PEB nomor 093392 tanggal 02 Juni 2022 dengan jenis barang White Crackers dan Nota Pelayanan Ekspor (NPE).

Sementara Adhimas Yusuf selaku Staff Admin PPJK PT. Ajang Logistik untuk dibuatkan draft Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan juga mengirimkan ke Saksi Adel Putra Nasution untuk dimintakan booking Slot dengan menyerahkan kepada Bea dan Cukai melalui modul PPJK PT. Ajang Logistik.

Semetara Ketua Majelis Hakim Suswanti mempertanyakan terkait apakah para saksi mengetahui beratnya dan isi muatan, Para saksi mengatakan bahwa, terkait isi dan beratnya tidak mengetahui," kami tidak mengetahui isi dan beratnya," kelit para saksi dihadapan Majelis Hakim.

Atas keterangan para saksi, terdakwa tidak ada keberatan," siap yang mulia," saut terdakwa melalui sambungan online.

Atas perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 103 huruf (a) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. 

Untuk diketahui dari keterangan saksi Riski dan Khojim yang merupakan pemilik barang Tripang,Sirip ikan Hiu dan Ikan pari merasa kesulitan untuk mengurus perizinan untuk pengirimannya, maka kedua saksi meminta bantuan terdakwa, dan disanggupi bisa mengirim dan terdakwa meminta uang sebesar Rp.150 Juta.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper